Komunitas Bike To Work: Infrastruktur Komponen Penting Keselamatan Pesepeda
TEMPO.CO | 17/11/2020 17:44
Anggota komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia memegang poster saat melakukan aksi simpatik bertajuk "Yang Bersepeda Yang Istimewa" di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Dalam aksi itu juga dilakukan pembagian makanan dan minu
Anggota komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia memegang poster saat melakukan aksi simpatik bertajuk "Yang Bersepeda Yang Istimewa" di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Dalam aksi itu juga dilakukan pembagian makanan dan minuman gratis untuk pesepeda yang melintasi kawasan tersebut. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komunitas pesepeda Bike To Work Indonesia Poetoet Sudarjanto menilai infrastruktur jalur sepeda menjadi komponen penting guna menjamin keselamatan pesepeda.

"Jalur pesepeda yang terproteksi harus menjadi prioritas utama. Meski pesepeda itu sudah sangat disiplin tetapi bila jalurnya masih bercampur, risiko akan tetap ada," ujar Poetoet dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Untuk mewujudkan jalur sepeda yang terproteksi, lanjut dia, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dan berbagai lembaga yang berwenang.

Dengan begitu, menurut dia, sepeda dapat menjadi alat mobilitas bagi masyarakat, tidak hanya sebagai alat olahraga.

Dengan pemerintah menyediakan jalur sepeda yang terproteksi, menurut Poetoet, maka akan dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalulintas terutama bagi pesepeda.

"Betapa keselamatan bagi pengguna sepeda di Indonesia begitu memprihatinkan. Data per 5 Oktober 2020 yang coba kami himpun, ada 32 orang pesepeda yang meninggal dunia karena kecelakaan lalin. Satu orang korban saja sudah terlalu banyak. Ini yang harus diperhatikan," ucapnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan terdapat lima prinsip dasar untuk mengembangkan fasilitas pesepeda, yakni keamanan, kelangsungan rute, keterpaduan, kenyamanan, dan menarik.

"Kelima prinsip itu merupakan prinsip dasar yang perlu dipenuhi untuk mengembangkan fasilitas bersepeda yang baik," ujarnya.

Kelima prinsip itu, ia mengemukakan, pertama kali dirumuskan dalam design manual for bicycle traffic, yaitu pedoman pengembangan fasilitas sepeda di Belanda.

"Belanda, sebuah negara yang dikenal telah berhasil mengembangkan budaya bersepeda dengan menyediakan fasilitas sepeda yang berkualitas," ucapnya.

ANTARA
 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT