Tangkap Pelaku Pembunuhan di Rumah Kontrakan Depok, Polisi: Adik Kandung Korban
TEMPO.CO | 19/11/2020 17:40
Rumah kontrakan lokasi penemuan tulang belulang di dalam kamar masih di garis polisi, di Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Kamis 19 November 2020. TEMPO/ADE RIDWAN
Rumah kontrakan lokasi penemuan tulang belulang di dalam kamar masih di garis polisi, di Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Kamis 19 November 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan seorang pria berinisial D yang mayatnya dikubur dalam rumah kontrakan di Sawangan, Depok.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan, pelaku tidak lain merupakan adik kandung korban .

“Jadi korban ini, atas inisial D, tinggal bersama adiknya inisial J di rumah kontrakan tersebut, nah diduga sebagai pelaku adalah adiknya ini,” kata Azis di Mapolres Metro Depok, Kamis 19 November 2020.

Menurut Azis, pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Gunung Pongkor, Bogor, Jawa Barat.

“Pelaku telah diringkus oleh aparat kepolisian dari tempat persembunyiannya di wilayah Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Azis.

Saat ini, kata Azis, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku guna pengembangan kasus lebih lanjut.

“Kami masih kembangkan, diduga pelaku dibantu seseorang, dan sekarang sedang proses pengejaran orang tersebut,” kata Azis.

Sebelumnya, mayat seorang pria ditemukan dalam sebuah rumah kontrakan di Jalan Raya Muchtar, Gg. Kopral Daman, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Rabu 18 November 2020 malam.

Mayat tersebut ditemukan terkubur dalam kamar kontrakan tak berpenghuni.

Pemilik kontrakan, Sukiswo mengatakan, awal mula penemuan mayat tersebut bermula saat dirinya hendak memperbaiki rumah kontrakan miliknya yang baru saja ditinggalkan penghuninya.

Ketika hendak masuk kedalam kamar, ia menemukan ada satu ubin yang mencolok perhatian karena berbeda warna dari ubin lainnya.

Sukiswo awalnya tidak mempedulikannya, namun karena struktur tanah pada ubin yang berbeda warna tersebut tidak padat, dirinya pun memberanikan menggalinya.

“Saya curiga dengan lantai itu. Saya pukul–pukul memang kopong sehingga saya putuskan untuk membongkarnya,” kata Sukiswo.

Sukiswo mengatakan, setelah di bongkar kecurigaannya semakin menguat setelah menemukan tumpukan sampah dan dipadatkan oleh semen.

“Setelah kami gali, saya tancapkan linggis saya goyangkan ada bau. Setelah itu saya lapor kepada Pak RT dan Pak RW,” kata Sukiswo.

Sukiswo mengatakan, bersama warga setempat ia pun melakukan penggalian hampir tiga jam lebih, dan pada kedalaman hampir satu meter ditemukan tulang manusia.

“Setelah dilanjutkan menggali sedikit kelihatan ada seperti dengkul,” kata Sukiswo.

Pada kedalaman kurang lebih 1,5 meter, ditemukan lah sesosok tubuh manusia yang masih mengenakan pakaian dan sudah kaku.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT