Jika Kasus Covid-19 Naik, Satgas Tak Rekomendasikan Libur Panjang Akhir Tahun
TEMPO.CO | 19/11/2020 18:30
Sebelum dipercaya sebagai jubir, Wiku Adisasmito merupakan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19. Pria kelahiran 20 Februari 1964 ini menamatkan pendidikan dari IPB Bogor sebagai dokter hewan pada 1988. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Sebelum dipercaya sebagai jubir, Wiku Adisasmito merupakan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19. Pria kelahiran 20 Februari 1964 ini menamatkan pendidikan dari IPB Bogor sebagai dokter hewan pada 1988. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya masih terus memantau situasi penanganan kasus Covid-19 untuk menentukan kepastian libur panjang akhir tahun. Meski keputusan ada di tangan pemerintah pusat, namun Wiku berujar bahwa Satgas mempunyai kewenangan untuk memberikan rekomendasi libur akhir tahun.

"Apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus meningkat, maka tentu ada konsekuensi terhadap keputusan yang diambil pemerintah terkait masa libur akhir tahun," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 19 November 2020.

Wiku menuturkan keputusan Satgas Covid-19 akan sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M, terutama di masa-masa liburan. Ia menegaskan tak ingin prosesi liburan justru menjadi ajang penularan Covid-19 yang selama ini susah payah ditekan penyebarannya oleh pemerintah.

"Kami belajar dari segala pengalaman dari liburan yang sudah terjadi di masa Covid, dan ini menjadi pembelajaran bersama untuk hadapi aktivitas liburan di masa yang akan datang," kata Wiku.

Setidaknya sudah ada dua libur panjang yang berlangsung selama masa pandemi Covid-19 ini. Yang terakhir adalah liburan panjang pada akhir Oktober hingga awal November lalu. Dari data Satgas, sedikit banyak terjadi penambahan kasus pasca liburan berakhir.

Karena itu, Wiku mengatakan keputusan nanti akan sangat berpengaruh dari kedisiplinan warga saat ini. Ia menegaskan Satgas tak akan bisa diganggu terkait hal ini. "Terlepas dari diberlakukan, dipersingkat, atau ditiadakan libur akhir tahun ini, keputusan yang diambil pemerintah tentu dalam upaya melindungi masyarakat dari potensi penularan Covid-19. Ingat, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," kata Wiku Adisasmito.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT