Rizieq Shihab Tolak Rapid Test, Dinas Kesehatan DKI Tidak Tahu Penyebabnya
TEMPO.CO | 24/11/2020 02:27
Warga mendapatkan sembako usai mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polisi juga memberikan paket sembako bagi warga yang melakukan rapid test. TEMPO/M Taufan Rengganis
Warga mendapatkan sembako usai mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polisi juga memberikan paket sembako bagi warga yang melakukan rapid test. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti tidak mengetahui penyebab pimpinan FPI Rizieq Shihab menolak menjalani rapid test untuk warga Petamburan. Widyastuti menyatakan belum mendapat informasi terkait soal itu.

"Saya enggak tahu konteksnya seperti apa pada saat beliau ditawari. Tentu kami perlu dapat informasi yang lebih jelas sehingga bisa berkomentar," kata Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Senin, 23 November 2020.

Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani rapid test di Petamburan, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi klaster baru usai acara Maulid Nabi sekaligus pernikahan putri pimpinan FPI itu.

Menurut Widyastuti, rapid test yang digelar di Petamburan berjalan lancar. Warga yang tinggal di sekitar kediaman Rizieq di Kelurahan Petamburan mengikuti tes cepat itu. 

"Sejauh ini teman-teman kami yang bekerja di Petamburan bersama dengan perangkat Satuan Tugas COVID-19, RT/RW, Lurah dan Camat kemarin dengan tim Polda Metro Jaya sudah berjalan dengan baik," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI itu.

Tracing atau pelacakan Covid-19, kata Widyastuti, dilakukan dengan perluasan dan pendalaman jika ditemukan kasus positif. "Kami bergerak dari kasus positif lalu kita dalami siapa yang berhubungan dalam masa inkubasi sekitar dua minggu terakhir kita lakukan testing," ucapnya.

Baca juga: Minat Warga Petamburan Ikut Rapid Test Rendah, Kapolda Metro Beri Imbauan Keras

Ketua RT 09 RW 04 Hambali mengatakan warganya kurang antusias mengikuti rapid test yang digelar Minggu 22 November 2020. Warga beralasan masih takut terhadap Covid-19. "Yang datang belum sampai 30 orang dari jumlah warga saya 300 orang," ucap Hambali saat menjalani tes.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT