Tiga BUMN Teken Kesepakatan Kerja Sama Kereta Angkutan Barang di Sumatera
TEMPO.CO | 26/11/2020 17:52
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto di Gedung JRC, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2020. TEMPO/Francisca Christy
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto di Gedung JRC, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2020. TEMPO/Francisca Christy

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meneken nota kesepahaman bersama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dan PT Kawasan Industri Medan (Persero) terkait kerja sama angkutan barang berbasis kereta di Sumatera Utara.

“Kolaborasi ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat pengguna layanan logistik, baik yang menggunakan angkutan kereta api, jasa kepelabuhanan Pelindo I, maupun Kawasan Industri Medan,” tutur Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Kamis, 26 November 2020.

Kerja sama ketiga perusahaan pelat merah, selain mencakup angkutan, juga meliputi pembuatan kajian bersama rencana pembuatan jalur atau prasarana kereta api dari sisi komersial dan operasional.  Penandatanganan dilakukan Didiek secara virtual bersama Direktur Utama Pelindo I Dani Rusli Utama dan Pelaksana tugas Direktur Utama KIM Adler Manarissan Siahaan.

Didiek berharap integrasi BUMN akan menciptakan distribusi logistik yang efektif, efisien, dan mendukung pemerintah dalam mengurangi biaya logistik nasional. “Semoga MoU ini bisa memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional ke depannya," ujar Didiek.

KAI melayani angkutan barang berupa petikemas, bahan bakar minyak, Crude Palm Oil (CPO), lateks, dan retail di lintas jalur Sumatera Utara. Kinerja angkutan barang KAI di kawasan tersebut diklaim menunjukkan tren positif.

Pada Oktober 2020, KAI tercatat mengangkut 88,2 ribu ton barang. Angka ini naik 19 persen dibandingkan dengan periode September 2020 dengan total angkutan 74,3 ribu ton barang.

Dani Rusli Utama menjelaskan Pelindo I memiliki dua pelabuhan besar yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara, yaitu Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung. Kedua pelabuhan sudah dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan bongkar muat yang terintegrasi dengan sistem digital.

“Kerja sama akan meningkatkan konektivitas antara pelabuhan dan kawasan industri melalui jalur kereta api,” ucapnya.

Adler Siahaan mengatakan hadirnya angkutan kereta di Sumatera Utara, baik untuk melayani penumpang maupun barang, bakal menambah kelengkapan infrastruktur kawasan industri Medan. “Ini juga akan berdampak terhadap penghematan biaya, efisiensi waktu, dan kepastian terhadap transportasi angkutan barang yang aman untuk sampai ke pelabuhan,” tuturnya.

Kereta api akan dibangun di dalam kawasan industry sepanjang 4.266 meter. Kereta itu akan menghubungkan lokasi dryport PT KIM menuju Pelabuhan Belawan.

Baca: Mulai Tahun Depan, INKA Garap Proyek Kereta 4.000 Kilometer Kongo


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT