Lulusan Prodi Keperawatan UMM Berangkat ke Jepang
TEMPO.CO | 27/11/2020 12:55
DV-UMM, akan memberangkatkan kembali 6 lulusan prodi Keperawatan untuk berkarir di Jepang.
DV-UMM, akan memberangkatkan kembali 6 lulusan prodi Keperawatan untuk berkarir di Jepang.

Direktorat Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (DV-UMM) memberangkatkan kembali enam lulusan prodi Keperawatan untuk berkarir di Jepang, Rabu, 25 November.Ini merupakan hasil kerja sama internasional yang dilakukan DV-UMM dengan beberapa rumah sakit di Jepang. Sebelum pandemi, DV-UMM telah memberangkatkan 20 alumni. Namun karena ada Covid-19 pengiriman tenaga kerja ke Jepang dihentikan.

Sampai November 2020, DV-UMM telah memberangkatkan 26 lulusan prodi Keperawatan untuk program D3 dann S1. Selama di Jepang mereka bekerja sebagai care giver yang mendampingi lansia dengan masa kontrak tiga tahun. Setelah masa kontraknya habis, mereka diharapkan sudah lulus ujian sertifikasi Kangoshi atau perawat lisensi Jepang.

Kurikulum SMK dan Kurikulum Pendidikan Tinggi vokasi disesuaikan dengan strategi karakter link and match-nya. Kurikulum juga harus diandalkan untuk penyiapan SDM yang dibutuhkan oleh dunia kerja internasional.

“Karena itu, softskills dan kemampuan komunikasi menjadi aspek penting di dalam kurikulum dan bagaimana cara mengajar yang tepat agar tercipta hardskills dan softskills yang sama-sama kuat. Harapannya, lulusan vokasi bisa mendunia, “ ujar Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan Wikan Sakarinto.

Dengan memperoleh lisensi perawat Jepang atau Kagoshi,  mereka menangani pasien umum dan gaji yang jauh lebih tinggi. Untuk menjadi Kangoshi syaratnya harus lulus D3 atau S1, sedangkan care giver cukup SMA atau SMK. “Jadi, tujuan utama ke Jepang adalah menjadi Kangoshi. Bukan care giver,” kata Direktur DV-UMM Tulus Winarsunu.

Untuk mewujudkan visi ini, DV-UMM didukung oleh perusahaan penerima atau Acceptance Organizer (AO) yaitu Cooperative Fuku, holding company yang menghimpun puluhan RS di Jepang yang siap menerima lulusan UMM.

Selain itu PT Duta Mandiri Indonesia sebagai Sending Organizer (SO) yang mengurus semua dokumen kerja ke Jepang. Berikutnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang dan International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang.

Menurut Tulus, tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training Center hasil kerjasama UMM dan PT OS Selnajaya Indonesia. Lembaga baru ini melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan PT serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. Skema pekerjaan yang menjadi prioritas tahun ini adalah care giver, karyawan hotel, dan restoran.

Diah Ayu Wulandari, salah satu peserta yang berangkat ke Jepang pada kloter keempat, menyatakan terima kasih untuk DV-UMM karena telah membantu mewujudkaan mimpi-mimpinya.Menurutnya, bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemi Covid-19 merupakan karunia yang harus disyukuri.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT