Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Palembang
TEMPO.CO | 01/12/2020 08:18
Polisi membawa sejumlah tas yang diduga milik pelaku saat melakukan pengejaran terhadap terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020. Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Pol
Polisi membawa sejumlah tas yang diduga milik pelaku saat melakukan pengejaran terhadap terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020. Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso serta bersembunyi di sekitar wilayah tersebut dan hingga pukul 17.30 WITA petugas masih melakukan pengejaran. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

TEMPO.CO, JakartaDetasemen Khusus 88 (Densus 88) menangkap seorang laki-laki terduga teroris berinisial AD (41) di Komplek Perumnas Talang Kelapa Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang pada Senin malam, 30 Vovember 2020.

"Ya betul seorang laki-laki, Polda Sumsel hanya back up saja, sudah dibawa Densus 88 ke Jakarta," kata Kapolda Sumsel Irjen Eko Hendri saat dikonfirmasi, Selasa, 1 Desember 2020.

Terkait afiliasi jaringan, menurutnya kemungkinan terduga teroris itu masuk jaringan Jamaah Islamiyah (JI), meskipun belum dapat dipastikan keterkaitanya dengan JI di Lampung karena masih dalam pengembangan.

Penangkapan terduga teroris itu dilakukan dalam dua kali penggeledahan, pertama pada pukul 16.00 WIB dan disusul pada malam hari.

Salah seorang tetangga terduga, Abdurohman, mengatakan penggeledahan pertama disangka hanya masalah telepon genggam, karena petugas yang datang tidak terlalu banyak. "Karena rumahnya (terduga) memang ada counter hp," ujar Abdurohman.

Namun, pada malam hari penggeledahan dilakukan petugas berseragam dan bersenjata serta warga tidak diizinkan mendekati lokasi. Ia melihat petugas membawa seseorang dan beberapa bungkusan.

Abdurohman mengaku rumah yang digeledah itu ditempati keluarga yang dikenal baik dan tidak memiliki gelagat mencurigakan, sementara anak dan istri terduga tidak ikut dibawa oleh petugas.

"Dia (terduga) sudah lama tinggal di sini dan setahu kami orangnya ramah," kata Abdurohman menambahkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT