DKPP Ingatkan Penyelenggara Pilkada 2020 Tegas Soal Protokol Covid-19
TEMPO.CO | 02/12/2020 14:50
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di Gedung DKPP, Jakarta Pusat. Rabu, 14 Maret 2018. Tempo/Caesar Akbar.
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di Gedung DKPP, Jakarta Pusat. Rabu, 14 Maret 2018. Tempo/Caesar Akbar.

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salamm mengingatkan kepada penyelenggara pemilu, khususnya Pilkada 2020 untuk tegas dalam melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Pada masa pendemi ini, kami dari DKKP mengingatkan khususnya kepada penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu untuk tegas dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, termasuk pada pelaksanaan Pilkada di tujuh daerah di Kalbar," kata Alfitra Salamm di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan jika pihak penyelenggara Pilkada 2020 melanggar dan tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19, maka bisa dikategorikan pelanggaran kode etik dari segi Covid-19.

"Kode etik ini adalah kinerja dari pihak penyelenggara terutama dari Bawaslu. Apakah saat diindikasikan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, Bawaslu itu sudah bertindak apa tidak," katanya.

Menurut dia, dalam penegakan protokol Covid-19, Bawaslu harus bertindak tegas bila terjadi kerumunan saat kegiatan pilkada. Salah satunya contoh ialah adanya kampanye pengerahan massa dan tidak menggunakan masker karena hal itu sudah merupakan pelanggaran protokol Covid-19.

"Pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan, apabila tidak ditindaklanjuti oleh Bawaslu dapat menjadi bahan laporan ke kami di DKPP dalam aspek protokol kesehatan Covid-19," ujar Alfitra.

Dia menambahkan pada intinya DKPP menilai kinerja pihak penyelenggara, termasuk pribadi-pribadi dari setiap anggota penyelenggara Pilkada 2020 itu sendiri. "Pada masa seperti ini yang kita harapkan selain pilkada itu bisa berjalan dengan jujur dan adil serta bersih. Bersih artinya penyelenggaraan Pilkada ini tidak mengakibatkan meluasnya penyebaran Covid-19 itu," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT