PERSI: Pasien Covid-19 di Yogyakarta Sulit Dapat Tempat Perawatan
TEMPO.CO | 04/12/2020 06:03
Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif COVID-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan
Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif COVID-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Ni Luh Putu Eka Putri Andayani mengatakan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 di Yogyakarta sudah mulai penuh.

"Yang jelas Yogyakarta sudah zona merah dan saat ini pasien banyak yang kesulitan mendapatkan tempat perawatan," kata Eka kepada Tempo, Kamis, 3 Desember 2020.

Menurut Eka, kondisi tersebut sebelumnya sudah diprediksi beberapa waktu lalu. Saat itu, kata dia, PERSI memprediksi pada pertengahan September 2020, sejumlah rumah sakit akan mulai tinggi tingkat okupansinya. Kemudian pada Desember diprediksi para tenaga kesehatan mulai mencapai puncak utilisasinya. "Sepertinya terbukti," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan DI Yogyakarta Pembayun Setyaning Astuti sebelumnya mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir, kasus Covid-19 di daerahnya meningkat signifikan. "Tren kumulatif mingguan kami dalam beberapa minggu terakhir ini meningkat cukup tajam,” katanya dalam rilis Kementerian Kesehatan, Senin, 30 November 2020.

Pembayun menjelaskan kenaikan tersebut berasal dari beberapa kluster diantaranya kluster pesantren, kluster keluarga, dan yang terakhir kluster perkantoran.

Untuk menghadapi lonjakan pasien, Pemda Yogyakarta telah menyiapkan 27 RS dari total 78 RS yang ada. Sebab, peningkatan pasien Covid-19 yang semakin tinggi turut mempengaruhi kebutuhan ruang isolasi pasien yang kian meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan DIY, dalam satu pekan terakhir persentase Bed Occupancy Ratio (BOR) mencapai 80-90 persen. “Tempat tidur sudah cukup tinggi,” kata Pembayun.

FRISKI RIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT