Bima Arya Minta 3 Hal Ini Sebelum Pemberian Vaksin Covid-19 di Bogor
TEMPO.CO | 04/12/2020 08:25
Kendaraan melintas di dekat baliho sosialisasi manfaat vaksinasi di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin 30 November 2020. Presiden Joko Widodo memperkirakan pemberian vaksin Covid-19 dapat dilakukan pada akhir Desember 2020 atau awal Januari 2021,
Kendaraan melintas di dekat baliho sosialisasi manfaat vaksinasi di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin 30 November 2020. Presiden Joko Widodo memperkirakan pemberian vaksin Covid-19 dapat dilakukan pada akhir Desember 2020 atau awal Januari 2021, tergantung dari datangnya vaksin dan proses persiapan yang dilakukan di Indonesia. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Bogor - Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengusulkan tiga hal kepada pemerintah sebelum pemberian vaksin Covid-19Usulan itu disampaikan dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dengan tema Vaksinasi Aman, Masyarakat Sehat.

Menurut Bima Arya, ketiga usulan tersebut adalah, sosialisasi dan edukasi, target, serta teknis simulasi pemberian vaksin. Sebelum pemberian vaksin Covid-19 kepada warga yang menjadi sasaran, langkah utama yang harus dilakukan adalah pemberian pemahaman, serta sosialisasi edukasi tentang vaksin kepada warga.

"Usulan ini sempat saya sampaikan kepada Bapak Presiden saat beliau meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor, pada 18 November lalu," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Kamis 3 Desember 2020.

Hingga hari ini masih ada warga yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu nyata dan ada. Data hasil survei di Kota Bogor, ada 19 persen orang tidak percaya adanya Covid-19 dan 50 persen orang yang ragu-ragu. "Pemberian vaksin COVID-19 agar maksimal, maka diberikan pemahaman mengenai vaksin lebih dulu kepada warga," katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya melihat ada tiga kelompok warga yang enggan diberi vaksin Covid-19, yakni karena tidak percaya Covid-19 itu ada dan nyata, karena alasan keagamaan, serta karena tidak percaya bahwa vaksin itu aman. "Diperlukan edukasi dan pemahaman yang baik agar warga dapat memberi respons positif pada pemberian vaksinasi," katanya.

Sosialisasi dan edukasi, kata dia, harus dilakukan secara bersama-sama baik praktisi kesehatan, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat.

Usul ketiga adalah menentukan target siapa saja yang menerima vaksinasi Covid-19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menetapkan target penerima vaksin difokuskan pada warga usia produktif, yakni 17 tahun hingga 59 tahun.

Untuk pemberian vaksi tahap awal, kuotanya hanya sekitar 20 persen dari jumlah yang ditetapkan atau sekitar 160.000 sampel vaksin Covid-19. "Dari jumlah tersebut akan diseleksi lagi sasaran penerimanya, di antaranya adalah warga yang tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid," katanya.

Baca juga: Ke Puskesmas Bogor, Presiden Jokowi Siap Jadi Penerima Pertama Vaksin Covid-19

Menurut Bima Arya, setelah target usia secara keseluruhan, maka target berikutnya adalah pemberian vaksin Covid-19 berdasarkan skala prioritas, yakni kepada tenaga pendidik, pelayan publik termasuk ASN, TNI, dan Polri, baru kemudian yang lainnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT