Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Libur Panjang, DKI Ingatkan Ini
TEMPO.CO | 05/12/2020 14:55
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir tahun. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan pemerintah mulai mengantisipasi dengan jumlah kebutuhan tempat tidur ruang perawatan intensif (ICU) dan bangsal isolasi.

"Kami akan mengantisipasi lonjakan kasus dengan jumlah kebutuhan tempat tidur di rumah sakit rujukan," kata Dwi saat dihubungi, Sabtu, 5 Desember 2020. Saat ini terdapat 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota.

Dwi menuturkan berkaca pada dua kali libur panjang pada Agustus dan akhir Oktober kemarin terdapat lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota, dua sampai tiga pekan setelahnya. Menurut dia, libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat bervakansi maupun bersilaturahmi dengan keluarga membuat lonjakan kasus cukup tinggi pada klaster keluarga.

"Klaster keluarga sekarang menjadi penyumbang tertinggi penambahan kasus Covid-19 di DKI," ujarnya. Dwi tidak merinci jumlah klaster keluarga di DKI. Dia hanya mengatakan, "dari awal sampai sekarang sudah ada ribuan klaster keluarga."

Baca juga: Pakar Kesehatan Sebut Pemangkasan Cuti Bersama Efektif Kurangi Kasus Covid-19

Dwi mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin untuk mencegah penularan Covid-19. Sebabnya saat mobilitas warga yang tinggi pada libur akhir tahun sangat berpotensi terjadi penularan virus corona. "Yang kelihatan sehat bisa menularkan karena masa infeksi virus ini bisa mencapai dua pekan," ujarnya.

Pemerintah DKI, kata dia, tidak bisa selamanya untuk terus menambah fasilitas kesehatan. Sebabnya penambahan fasilitas kesehatan atau bangsal khusus Covid-19 bakal berdampak dengan layanan lainnya.

Penambahan tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19 bakal berimbas langsung terhadap pelayanan terhadap penyakit lainnya. "Karena kamarnya digunakan untuk pasien Covid-19, maka layanan non Covid-19 berkurang. Belum lagi SDM nakesnya juga harus dipikirkan," ujarnya. "Kita tidak bisa selamanya bergantung terhadap layanan kesehatan."

Dwi melanjutkan penerapan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan vaksin terbaik saat ini untuk mencegah penularan pagebluk corona. "Kalau ingin memanfaatkan libur panjang akhir tahun ingat kalau virus itu tidak ada kata liburnya."

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Weningtyas, mengatakan peningkatan kasus Covid-19 terjadi diperkirakan imbas libur panjang pada akhir bulan kemarin.

"Pasien terus meningkat diduga karena libur panjang kemarin," kata Wening saat dihubungi, Sabtu, 28 November 2020.

Ia menuturkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi telah terisi 78 persen. Total jumlah tempat tidur untuk kamar isolasi sekitar 6.200 unit. Sedangkan tingkat keterisian kamar unit perawatan intensif (ICU) telah mencapai 79 persen. "Kami punya 860 tempat tidur ICU."

Pemerintah DKI, kata dia, saat ini sedang mencari penambahan tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19. Penambahan tempat tidur Isolasi dan ICU dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. "Kami sedang berencana mengembangkan rumah sakit rujukan."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT