Covid-19 Masih Tinggi, PPP Ubah Skema Muktamar Jadi di 9 Zonasi
TEMPO.CO | 05/12/2020 17:03
Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.
Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengubah rencana Muktamar IX yang sedianya akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai gantinya, Muktamar IX akan digelar berdasarkan zonasi di sembilan kota. Namun, jadwal pelaksanaan Muktamar tetap pada 18-21 Desember mendatang.

"Berdasarkan masukan dari kader PPP di seluruh daerah, maka tempat Muktamar akan digelar berdasarkan zonasi yaitu di Makassar, Manado, Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Balikpapan, Bogor, dan Serang," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Desember 2020.

Arsul mengatakan perubahan ini menimbang penularan Covid-19 yang masih meningkat. Keputusan perubahan ini diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional V yang digelar pada Jumat kemarin, 4 Desember 2020 di Hotel Bidakara Jakarta.

Rapimnas V PPP dihadiri oleh Pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua Steering Committee Muktamar IX Ermalena Manik, Ketua Organizing Committe Muktamar IX Amir Uskara, jajaran pengurus DPP serta ketua DPW seluruh Indonesia. Rapimnas digelar secara fisik dan virtual.

Arsul menjelaskan, setiap tempat penyelenggaraan Muktamar IX PPP maksimal dihadiri oleh 200 muktamirin (peserta muktamar) dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Seluruh muktamirin juga wajib menunjukkan hasil tes swab yang negatif. Muktamirin di setiap zonasi kemudian akan terhubung secara virtual.

Salah satu agenda Muktamar IX PPP adalah pemilihan ketua umum PPP. Beberapa calon disebut-sebut akan maju, yakni Suharso Monoarfa, Mardiono, dan Ahmad Muqowam. Mereka adalah para politikus senior di partai kakbah tersebut.

Sejumlah nama tokoh eksternal juga sempat disebut-sebut didukung kader PPP untuk maju. Seperti mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Namun calon yang dikabarkan benar-benar menggalang dukungan hanyalah Suharso dan Mardiono.

Arsul sebelumnya mengatakan muktamar mendatang merupakan langkah lompatan PPP untuk melakukan manajemen perubahan. Menurut dia, partai berharap putusan muktamar menunjukkan PPP siap melakukan perubahan mendasar.

"Termasuk koreksi terhadap hal-hal yang oleh internal PPP merupakan hal keliru. Forum muktamar inilah yang kami harapkan menjadi perubahan menyeluruh," kata Arsul pada Senin, 2 November lalu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT