Jadi Tempat Isolasi OTG, Hotel OYO Gunung Sahari Belum Lapor Satgas Covid-19
TEMPO.CO | 08/12/2020 20:32
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan kepada pasien COVID-19 berstatus OTG sebelum memasuki hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta, Senin, 28 September 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan kepada pasien COVID-19 berstatus OTG sebelum memasuki hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta, Senin, 28 September 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Hotel OYO Town House 2 di Gunung Sahari akan dipanggil Pemerintah Kota Jakarta Pusat soal isolasi mandiri pasien Covid-19. Hotel itu diduga menjadi lokasi isolasi pasien suspek Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) secara diam-diam karena tidak lapor kepada Satgas Covid-19.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan p
emanggilan manajemen hotel OYO akan dilakukan karena Satgas Covid-19 Kelurahan Gunung Sahari Utara dan Kecamatan Sawah Besar tidak mengetahui hotel itu menjadi tempat isolasi mandiri OTG. Satgas Covid-19 menyatakan tidak dihubungi oleh pihak hotel ataupun rumah sakit swasta yang menjadikan hotel itu sebagai lokasi isolasi mandiri.

"Kita segera panggil pihak Hotel OYO di Gunung Sahari itu. Tidak boleh itu dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa diketahui Satgas Covid-19 dan mereka juga seharusnya melapor ke Sudin Kesehatan Jakarta Pusat," kata Irwandi di Cempaka Putih, Selasa 8 Desember 2020.

Irwandi mengatakan, Satgas Covid-19 tingkat kota juga akan meminta laporan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Sawah Besar terkait penggunaan hotel itu sebagai lokasi isolasi mandiri.

Dalam laporan itu, Irwandi meminta agar Satgas Covid-19 Kecamatan memantau ada pelanggaran protokol kesehatan atau tidak.



Irwandi juga akan mengecek izin penggunaan Hotel OYO Town House 2 Gunung Sahari ke Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat.

Satgas Covid-19 Kelurahan Gunung Sahari Utara menyesalkan hotel di Jalan Gunung Sahari RT 003 RW 005 itu tidak mengajukan izin dan diam-diam menjadi lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19 OTG. 

"Ini tidak ada koordinasi dengan Kelurahan, Kecamatan dan Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Tidak ada tembusan dan izin. Kami saja tahu dari laporan warga," kata Lurah Gunung Sahari Utara, Yanti Srihidayanti saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin 7 Desember.

Yanti mengatakan inspeksi mendadak di hotel itu menunjukkan ada 40 orang yang sudah menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Tingkat Keterisian Fasilitas Isolasi Tembus 79 Persen

Hotel yang merupakan mitra dari OYO, perusahaan rintisan dari India penyedia layanan penginapan murah itu, diketahui menerima pasien dari rumah sakit swasta yaitu Rumah Sakit Mayapada. 
Pihak OYO mengaku telah mendapatkan izin dan tidak lagi menjual jasa kamarnya untuk masyarakat umum atas hotel yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT