Yusuf Mansur Positif Covid-19
TEMPO.CO | 10/12/2020 05:32
Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman
Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman

TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an ustaz Yusuf Mansur positif Covid-19. Informasi ini disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, @yusufmansurnew pada Kamis pagi, 10 Desember 2020.

"Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Saya dan Fadhil, sementara positif Covid-19," kata Yusuf Mansur.

Di Instagram, ustad Yusuf Mansur mengunggah foto berupa dua baris tulisan yang di antaranya berbunyi 'positif'. Pendiri aplikasi pembayaran Paytren itu juga meminta doa untuk kesembuhannya.

"Nanti Allah kembalikan immun dan kesehatannya, dan kemudian swab lagi, negatif. Aaamiin," kata dia.

Oktober lalu, Yusuf Mansur tampil dalam bincang-bincang virtual “Sosialisasi Pesantren Daarul Quran: Iman, Aman, Imun” yang digelar Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19. Saat itu, dia mengatakan para santri dan pengurus di pondok pesantrennya menghadapi pandemi Covid-19 bukan sebagai beban sehingga tidak menganggapnya sebagai tantangan.

"Tidak ada tantangan karena kami enjoy saja menghadapinya dan tidak menjadikannya sebagai beban. Ada Allah SWT yang kami bisa mintai pertolongan dan bantuan. Teman-teman yang lain juga jangan khawatir, jangan ada keraguan akan kuasa Allah, kita mesti ringan menjalani hidup sehingga ada kenikmatan saat menjalaninya," kata dia, 23 Oktober.

Tokoh pendakwah Betawi itu mengatakan tidak ada masalah ketika ada kesusahan yang menghampiri umat karena seharusnya mereka sudah tahu ke mana itu semua dapat dikembalikan, yaitu kepada Allah SWT.

"Ada yang tidak kita dapat, mungkin ketika menghadapi pemutusan kerja karena pandemi Covid-19. Kita jadi gelisah dan mulai menyalahkan Covid-19, lingkungan, negara. Padahal gampang saja ketika dia tahu yang mencabut rizki itu Allah, maka datang lagi saja ke Allah dan jangan tanggung-tanggung berdoa dan minta yang lebih banyak, yang lebih baik," ujarnya.

Relevansi dari sikap yang tidak menjadikan pandemi COVID-19 sebagai beban, ia mengatakan di pesantren segala sesuatunya jadi dapat dijalankan dengan ringan karena jika itu dianggap sebagai beban justru akan menyusahkan dan benar-benar akan menjadi beban.

"Alhamdulillah di pesantren aman banget. Kami di setiap cabang selalu berkoordinasi dengan pemerintah kota, kemudian dinas kesehatan, minimal dengan puskesmas sekitar untuk menjalankan protokol kesehatan. Bahkan kami bekerja sama dengan kawan-kawan dari TNI untuk membantu menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan mencegah hal tidak diinginkan, seperti muncul klaster baru," jelas Yusuf Mansur.

Ia menyambut baik sosialisasi "Iman, Aman, Imun" yang sedang dilaksanakan Satgas Covid-19 untuk memutus rantai penyebaran virus corona baru di masyarakat, termasuk di pesantren-pesantren.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT