Forbes Rilis Daftar 50 Orang Terkaya di RI, Budi Hartono Masih di Nomor Satu
TEMPO.CO | 11/12/2020 10:13
Robert Budi Hartono. Forbes
Robert Budi Hartono. Forbes

TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar yang dirilis pada Rabu, 9 Desember 2020, itu disebutkan Robert Budi Hartono dan Michael Hartono mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di Tanah Air.

Berdasarkan keterangan dari Forbes Asia pada Kamis, 10 Desember 2020, kakak-beradik pemilik grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk, (BBCA) tersebut mengumpulkan total kekayaan sebesar US$ 38,8 miliar atau setara dengan Rp 546,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.094 per dolar AS).

Berikutnya adalah keluarga Widjaja yang berhasil bertahan di urutan kedua. Keluarga pemilik grup Sinar Mas tersebut berhasil menambah kekayaannya sebanyak US$ 2,3 miliar pada 2020 menjadi US$ 11,9 miliar atau sekitar Rp 167,7 triliun.

Sementara pada urutan ketiga adalah pemilik emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk .(TPIA) Prajogo Pangestu dengan total kekayaan US$ 6 miliar atau sekitar Rp 85 triliun. Pada tahun ini, Forbes mencatat jumlah kekayaan Prajogo terkontraksi 21 persen seiring dengan kondisi pasar petrokimia yang lesu.

Selanjutnya, di posisi keempat ada Anthoni Salim dengan grup usaha Salim bertengger di posisi keempat dengan nilai kekayaan US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 5,5 miliar. Sedangkan pemilik Indorama group, Sri Prakash Lohia melengkapi lima besar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 78,9 triliun.

Dalam daftar tersebut, Forbes juga mencatat kehadiran tiga tokoh baru. Ketiga tokoh baru itu adalah pemilik perusahaan cat Avia Avian Wijono dan Hermanto Tanoko di urutan ke-39 dengan total kekayaan US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,9 triliun.

Tokoh baru kedua yang masuk daftar tersebut adalah Jerry Ng di posisi ke-44 dengan nilai kekayaan US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun. Kekayaannya melonjak setelah berhasil mengakuisisi PT Bank Jago Tbk (ARTO). Terakhir, Co-Founder PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Susanto Suwarno dengan nilai kekayaan US$ 475 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun dan berada di posisi ke 50.

Dalam laporan itu, Forbes juga mencatatkan, kekayaan lebih dari 50 persen penghuni daftar orang terkaya di Indonesia mengalami penurunan. Jumlah kekayaan kolektif 50 orang terkaya tersebut pun turun tipis 1,2 persen dari US$ 134,6 miliar pada 2019 menjadi US$ 133 miliar.

“Sebanyak 28 penghuni daftar ini menunjukkan penurunan kekayaan,” demikian kutipan laporan tersebut.

Salah satu penyebab penurunan kekayaan tersebut adalah pandemi virus corona yang terus menyebar di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan Indonesia kembali terjatuh ke jurang resesi setelah 1997 lalu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka -5,3 persen dan -3,5 persen pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Walhasil, sedikitnya ada empat nama yang menghiasi daftar orang terkaya di Indonesia pada 2019 lalu dan kini terlempar pada tahun 2020. Salah satunya adalah pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Kusnan dan Rusdi Kirana yang sektor usahanya terhantam oleh pembatasan perjalanan udara.

BISNIS

Baca: JK: Pengusaha Rokok jadi Orang Terkaya, Ekonomi Tak Sustainable


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT