Anies Baswedan dan Mega di Ujian Sekolah, Dinas Pendidikan: Bukan Mau Dukung...
TEMPO.CO | 12/12/2020 16:51
Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 dari aplikasi pada ponsel di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajar
Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 dari aplikasi pada ponsel di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajaran daring guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, namun Penilaian Akhir Semester (PAS) tetap berlangsung. TEMPO/FARDI BESTARI

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan soal ujian sekolah yang menyinggung nama Gubernur DKI Anies Baswedan dan Mega.

Menurut dia, soal itu dibuat lantaran pada mata pelajaran disematkan unsur kompetensi mengenai pembentukan karakter, integritas, sabar, dan tanggung jawab.

"Terkait hal tersebut, redaksionalnya memang memiliki kesamaan nama namun tidak ada maksud mendukung maupun mencemarkan nama baik pejabat publik," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 Desember 2020.

Baca juga : MA Tolak PK Anies Baswedan, Izin Reklamasi Pulau G Wajib Diperpanjang

Nahdiana memastikan, pihaknya tak pernah mengimbau guru untuk membuat soal ujian sekolah yang menyebutkan nama pejabat publik. Dia berujar, guru yang mencantumkan nama Anies dan Mega ini telah diarahkan agar tak mengulangi perbuatannya.

"Karena, hal tersebut berpotensi menjadi unsur pelanggaran netralitas terhadap posisi ASN (aparatur sipil negara)," ucap dia.

Sebelumnya, beredar foto berisikan soal ujian sekolah yang mencantumkan nama Anies Baswedan dan Mega. Foto itu dibagikan di media sosial maupun aplikasi pesan. Dinas Pendidikan DKI lantas mengonfirmasi foto tersebut kepada kepala sekolah dan guru yang membuat soal ujian.

Dinas Pendidikan, terang Nahdiana, mengimbau para ASN di lingkungan sekolah ataupun pemerintahan DKI untuk menjaga netralitas. Dengan begitu, ASN dapat memberikan pelayanan publik yang baik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT