23 Teroris JI dari Lampung Dibawa ke Jakarta, di Antaranya Pelaku Bom Bali 1
TEMPO.CO | 16/12/2020 11:35
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran (kiri) bersama Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (ketiga kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan meng
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran (kiri) bersama Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (ketiga kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan mengenai surat cekal Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Pencekalan Rizieq dan sejumlah anggota FPI untuk tidak meninggalkan Indonesia itu akan berlaku selama 20 hari ke depan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 23 teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung akan tiba di Jakarta pada hari ini, 16 Desember 2020. Diantara 23 teroris, ada Taufik Bulaga alias Upik Lawangan dan Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pun membenarkan hal tersebut. "Ya, benar," kata dia saat dikonfirmasi pada Rabu, 16 Desember 2020.

Upik Lawanga merupakan anggota JI yang mendalangi sejumlah penyerangan bom di beberapa tempat, seperti bom Tentena, bom Gor Poso, bom Pasar sentral dan rangkaian tindakan teror lainnya pada 2004-2006.

Sedangkan Zukarnaen ini merupakan buron yang terlibat dalam aksi teror Bom Bali 1 pada 2002. Dalam rekam jejaknya, Zulkarnaen pernah menjadi pelatih Akademi Militer di Afganistan selama tujuh tahun. Selain Bom Bali I, Zulkarnaen disebut sebagai perancang kerusuhan di Ambon, Ternate, dan Poso pada 1998-2000.

Lebih lanjut, Zulkarnaen juga merupakan otak aksi peledakan kediaman Dubes Filipina di Menteng pada 1999. Ia juga terlibat dalam peledakan gereja serentak pada malam Natal dan Tahun Baru 2000 dan 2001, Bom Marriot I pada 2003, Bom Kedubes Australia pada 2004, Bom Bali 2 pada 2005.


ANDITA RAHMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT