Wagub Pastikan DKI Tambah Kamar Isolasi dan ICU Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 21/12/2020 20:20
Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif COVID-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan
Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif COVID-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pemerintah akan terus meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. "Pak Gubernur juga sudah perintahkan," kata Riza di Balai Kota DKI, Senin, 21 Desember 2020.

Politikus Gerindra itu mengatakan Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan pusat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dengan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan hingga membuka relawan untuk melakukan pelacakan.

Baca Juga: Nyaris Penuh, Kapasitas Tempat Tidur Isolasi di Wisma Makara UI Tersisa 18 Lagi

Selain itu, Pemerintah DKI juga akan menambah bangsal isolasi dan kamar perawatan intensif atau ICU. "Bahkan juga (tempat isolasi) buat OTG (orang tanpa gejala)."

Pemerintah, kata dia, juga bakal menambah hotel dan wisma untuk isolasi pasien Covid-19. "GOR juga apa a diperlukan kami siapkan."

Pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan dan fasilitas untuk pasien yang menjalani isolasi. Pemerintah pun bakal bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk memaksimalkan layakan dan fasilitas untuk membantu pasien Covid-19.

"Tentu sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan kami. Kami akan tetap berikan yang terbaik," ujarnya.

Pemerintah DKI Jakarta mencatat tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan ruang perawatan intensif (ICU) pasien Covid-19 terus melonjak sebulan terakhir. Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menuturkan berdasarkan data per 20 Desember 2020, dari 6.663 tempat tidur isolasi, kini sudah ditempati sebanyak 5.691 pasien.

"Artinya kapasitasnya sudah mencapai 85 persen. Begitu juga kondisi ruang ICU tempat tidurnya sudah terisi 722 dari 907 sehingga persentasinya 80 persen terpakai," kata Widyastuti melalui keterangan tertulisnya, Senin, 21 Desember 2020. Adapun total runah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota mencapai 98 rumah sakit.

Melalui Instruksi Gubernur Nomor 55 Tahun 2020, Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.171 dan ICU sebanyak 1.020 di rumah sakit rujukan Covid-19 Jakarta khususnya RSUD.

"Peningkatan kapasitas fasilitas ini pula diiringi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan," ujarnya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT