11 DPO Belum Tertangkap, Polri Perpanjang Masa Kerja Satgas Tinombala pada 2021
TEMPO.CO | 29/12/2020 20:19
Sejumlah pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tong
Sejumlah pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 1 Desember 2020. Sebanyak 30 personel TNI dari Poso didatangkan ke Sigi untuk membantu polisi memburu kelompok MIT. ANTARA/Rahman

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI akan melakukan perpanjangan masa kerja Satgas Tinombala yang bertugas melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada 2021.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, perpanjangan tersebut lantaran masih buronnya 11 anggota kelompok pimpinan Ali Kalora itu. Namun, dia belum dapat memastikan berapa lama kerja Satgas Tinombala diperpanjang.

"Operasi Tinombala pada 2021 kemungkinan besar akan diperpanjang karena masih adanya 11 target yang belum tertangkap," ucap Rusdi melalui konferensi pers daring pada Selasa, 29 Desember 2020. Hingga kini, jumlah personel Satgas Tinombala mencapai 681 orang.

Sepanjang 2020 ini, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menangkap menangkap 32 orang terduga teroris kelompok MIT.

Rusdi mengatakan, puluhan terduga teroris itu ditangkap lantaran diduga berperan mendukung dana maupun orang-orang yang akan masuk ke wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Mereka kebanyakan berawal dari simpatisan hingga akhirnya bergabung sepenuhnya dengan kelompok MIT.

ANDITA RAHMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT