Konstruksi Ruas Tol Akses Bandara Kertajati Dikebut
TEMPO.CO | 31/12/2020 20:15
Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. Proyek Infrastruktur yang dibangun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini diduga melanggar HAM. ANTARA/M Agung Rajasa
Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. Proyek Infrastruktur yang dibangun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini diduga melanggar HAM. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan ruas tol akses Bandara Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dengan dibangunnya ruas tol akses Bandara Kertajati selama satu tahun ke depan bersamaan dengan target rampungnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pada akhir 2021, diharapkan mampu mendukung konektivitas menuju ke bandara tersebut sehingga berkontribusi mengembangkan kawasan Kertajati.

"Dengan rampungnya jalan Tol Cisumdawu nanti dan tersambung dengan ruas tol akses Bandara Kertajati maka akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam," kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020.

Dia mengatakan, dengan konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara juga akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cipali dimulai dari KM 158+700. Secara teknis jalan tol utama memiliki 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan.

Konstruksi ruas tol ini mulai dibangun sejak kontrak pekerjaan 28 September 2020 dengan masa pelaksanaan 305 hari kalender. Progres pembangunan hingga 20 Desember 2020 telah mencapai 34,72 persen atau lebih cepat dari rencana sebesar 34,61 persen.

Pembangunannya dilaksanakan PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi dan juga PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT ACSET Indonusa Tbk selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai proyek Rp 692 miliar.

Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat akses menuju Bandara Kertajati yang saat ini masih menggunakan jalan arteri.

Akses BIJB Kertajati menjadi penting untuk mendukung pengembangan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri yang saling terkoneksi.

Pembangunan Akses BIJB Kertajati merupakan penambahan lingkup jalan Tol Cipali. Jalan tol dengan panjang 3,38 km tersebut akan dibangun tambahan 7 ramp yang akan menghubungkan bandara dengan Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) dan Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu).

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT