Sejak Pekan Lalu, Sudah 10.899 Penumpang Penerbangan Internasional Dikarantina
TEMPO.CO | 05/01/2021 09:31
Dua warga negara asing (WNA) berjalan untuk mengikuti proses karantina setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 29 Desember 2020. Larangan masuknya WNA ke Indonesia dilakukan guna mencegah munculnya varian baru virus Coro
Dua warga negara asing (WNA) berjalan untuk mengikuti proses karantina setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 29 Desember 2020. Larangan masuknya WNA ke Indonesia dilakukan guna mencegah munculnya varian baru virus Corona yang memiliki daya tular yang sangat cepat yang tengah marak di Eropa. ANTARA/Muhammad Iqbal

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban mengatakan karantina dijalankan oleh seluruh penumpang penerbangan internasional yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Langkah tersebut adalah upaya mencegah penyebaran Covid-19 varian baru dari luar negeri.

Pada 28 Desember 2020 – 3 Januari 2021, penumpang penerbangan internasional yang tiba di Indonesia berjumlah 10.899 orang dan mayoritas adalah Warga Negara Indonesia. Silaban mengatakan karantina dapat dijalankan dengan adanya sinergi antara PT Angkasa Pura II bersama maskapai dengan operator hotel yang tergabung di dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI.

“Berkat sinergi, maka dapat dilakukan pendataan rencana penerbangan internasional, jumlah penumpang internasional, serta ketersediaan kamar di hotel karantina yang ada di Jakarta dan Tangerang. Hasilnya, pelaksanaan karantina dapat berjalan dengan baik dan tidak ada isu sama sekali di bandara,” ujar Silaban dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Januari 2021.

Silaban mengatakan ketentuan karantina penumpang penerbangan internasional yang tiba di Indonesia tercantum di dalam Addendum Surat Edaran Nomor 03/2020 dan SE Nomor 04/2020.

“Sesuai SE Nomor 03/2020, pelaku perjalanan internasional yakni WNI dan WNA yang tiba di Indonesia pada 28 – 31 Desember 2020 harus melakukan karantina selama 5 hari dilokasi yang ditetapkan,” ujar Silaban.

Kemudian, ketentuan berikutnya tercantum dalam SE Nomor 04/2020 yang menegaskan penutupan masuknya WNA dari seluruh negara ke Indonesia pada 1 – 14 Januari 2021, kecuali bagi WNA yang memenuhi kriteria pengecualian sesuai surat edaran tersebut.

“Yakni pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; pemegang KITAS dan KITAP,” ujar Silaban.

Bagi WNA yang masuk dalam pengecualian dan diperbolehkan masuk ke Indonesia, dilakukan karantina selama 5 hari. Adapun bagi WNI, karantina masih diberlakukan bagi yang pulang ke Tanah Air pada periode hingga 14 Januari 2021 dengan biaya dari pemerintah.

Baca: Sandiaga: Kita Kekurangan 1.200 Kamar untuk Karantina WNI dan WNA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT