Pemprov DKI Tunjuk RS Ukrida Jakbar Jadi Rujukan Pasien Covid-19, Ini Alasannya
TEMPO.CO | 06/01/2021 00:36
Pertamina membangun lapangan bola Simprug seluas 22.700 meter persegi menjadi Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Jakarta, 30 April 2020. Vice President Corporate Communication Petamina Fajriyah Usman menyatakan, rumah sakit darurat Covid-19 di lapanga
Pertamina membangun lapangan bola Simprug seluas 22.700 meter persegi menjadi Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Jakarta, 30 April 2020. Vice President Corporate Communication Petamina Fajriyah Usman menyatakan, rumah sakit darurat Covid-19 di lapangan bola Simprug merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP. Dok.Pertamina

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi disingkar Pemprov DKI Jakarta menetapkan Rumah Sakit Ukrida Jakarta Barat menjadi rujukan penanganan pasien Covid-19.

Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RS Ukrida Fanny Rahjati Lie di Jakarta, Selasa, 5 Januari 2021 menyatakan saat ini pihaknya merawat 14 pasien yang terpapar Covid-19.

"Jumlah pasien rawat inap untuk Covid-19 saat ini 14 orang dan kapasitas saat ini 50 tempat tidur," ujar Fanny Rahjati.

Sehingga kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 di RS Ukrida telah terisi sebanyak 28 persen dari kapasitas seluruhnya.

Fanny menuturkan RS Ukrida mulai melayani pasien COVID-19 sejak 18 Desember 2020 dengan pelayanan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) untuk pasien COVID-19, namun jumlahnya belum dapat dipaparkan.

Baca juga : KeterisianĀ ICU dan Ruang Isolasi untuk Pasien Covid-19 Mengkhawatirkan

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmadi Riza Patria mengatakan Pemprov DKI telah menambah tiga rs rujukan Covid-19, yakni RS Ukrida Jakarta Barat, RS Antam Medika Jakarta Timur, dan RS Harapan Jayakarta Jakarta Timur.

Sehingga saat ini total rumah sakit rujukan di DKI Jakarta mencapai 101. Selain menambah rumah sakit rujukan, Pemprov DKI Jakarta juga mengajukan penambahan tenaga kesehatan 2.676 orang.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT