Ibu Positif Covid-19, Bayi di Cina Cari ASI
TEMPO.CO | 06/01/2021 07:30
Donatur ASI di Cina mengirimkan ASI untuk bayi yang ibunya positif Covid-19. Sumber: CCTV/asiaone.com
Donatur ASI di Cina mengirimkan ASI untuk bayi yang ibunya positif Covid-19. Sumber: CCTV/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bayi berusia 8 bulan di distrik Shunyi, Beijing, Cina, mendapat perhatian luas saat harus menjalani karantina mandiri bersama ayahnya. Karantina ini sangat berat bagi ibu si bayi karena anaknya masih menyusui. 

 
Kisah ini viral ketika pada 31 Desember 2020 ibu bayi tersebut dan kedua orang tuanya positif Covid-19. Sebagai orang yang melakukan kontak dekat, maka bayi tersebut dan ayahnya harus menjalani karantina mandiri sambil di observasi.
 
Identitas bayi dan kedua orang tuanya tidak dipublikasi. 
 
Seorang bayi di Beijing, Cina, mencari donatur ASI karena ibunya dirawat setelah positif Covid-19. Sumber: CCTV/asiaone.com
 
Ayah si bayi waswas karena mengasuh anaknya yang masih balita sendirian. Bayi itu pun merasa heran dengan lingkungan sekitarnya karena tiba-tiba ibu dan neneknya yang biasa ada di rumah, tidak ada. Yang lebih memprihatinkan, bayi itu tidak mau minum susu formula. 
 
Untuk membantu bayi tersebut, muncul seruan dari mulut ke mulut di area distrik Shunyi, Beijing, tempat bayi itu tinggal, untuk mencarikan ASI
 
"Seorang bayi 8 bulan berstatus dalam karantina. Bayi itu sekarang sangat membutuhkan ASI. Tolong hubungi nomor berikut jika Anda bisa memberikan ASI," demikian bunyi pengumuman tersebut.
 

Nasib bayi malang itu pun segera menggugah hati banyak orang, yang segera mencarikan ibu-ibu menyusui yang mungkin bisa memberikan ASI mereka. 

 

Kabar gembira muncul dari seorang perempuan bernama Xu Yue, yang sedang cuti melahirkan. Dia menawarkan sekitar 20 kantong ASI dingin yang seharusnya untuk putrinya, namun diberikan pada bayi tersebut.

 

ASI tersebut diantar ke tempat karantina. Setelah tas ASI disemproti disinfektan, susu itu di bawa ke ruang perawatan bayi tersebut oleh petugas medis. 

 

Di tempat karantina itu, untungnya juga disediakan kulkas untuk membekukan sisa ASI. Pada sore hari, bayi tersebut akan diberikan ASI yang sudah dihangatkan. Untungnya, bayi tersebut mau meminum ASI itu sehingga membuat ayahnya pun lega.

 

Sumber :https://www.asiaone.com/china/women-donate-breast-milk-8-month-old-baby-quarantined-without-mum-china

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT