Abaikan PSBB, Umat Kristen Yunani Tetap Hadiri Kebaktian Epiphany
TEMPO.CO | 06/01/2021 17:33
Patriark Orthodoks Yunani Yerusalem, Theophilos III, berbicara dalam sebuah konferensi pers dengan para pemimpin gereja lainnya di depan pintu tertutup Gereja Makam Kudus di Kota Tua Yerusalem, 25 Februari 2018. Situs suci dipercaya menjadi tempat Yesus d
Patriark Orthodoks Yunani Yerusalem, Theophilos III, berbicara dalam sebuah konferensi pers dengan para pemimpin gereja lainnya di depan pintu tertutup Gereja Makam Kudus di Kota Tua Yerusalem, 25 Februari 2018. Situs suci dipercaya menjadi tempat Yesus disalibkan dan dikuburkan. REUTERS

TEMPO.CO, - Sejumlah otoritas gereja Kristen di Yunani memutuskan tetap menggelar kebaktian Epiphany secara terbuka pada hari ini meski pemerintah memberlakukan pembatasan sosial termasuk kegiatan beribadah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Para jemaat berduyun-duyun datang menghadiri kebaktian kendati Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis meminta otoritas gereja memberikan contoh untuk mencegah penularan Covid-19. Pasalnya pandemi virus corona menyebabkan 5 ribu orang tewas di Yunani.

"Perintah negara adalah satu hal dan iman adalah hal lain," kata seorang jemaat berusia 38 tahun yang menyebut namanya Stavroula, setelah menghadiri kebaktian pagi di sebuah gereja di pinggiran Athena, dikutip dari Reuters, Rabu, 6 Januari 2021.

"Tidak ada hukum yang dapat memerintahkan kami apa yang harus dilakukan," ucap dia.

Menanggapi hal ini, Kepolisian Yunani menerjunkan anggotanya untuk berpatroli di sejumlah gereja. Namun mereka mengatakan tidak akan mengganggu layanan dan akan menggunakan pendekatan lembut untuk membujuk orang agar tidak berkerumun di dalam.

Pendekatan tersebut menggarisbawahi pemerintahan Mitsotakis yang enggan berhadap-hadapan dengan otoritas Gereja Ortodoks karena mereka memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan masyarakat Yunani.

Pada hari Minggu, pihak berwenang memperpanjang tindakan penguncian publik. Keputusan ini sekaligus membatalkan izin mengadakan kebaktian Epiphany dengan maksimal 50 orang hadir di gereja-gereja besar dan 25 di gereja-gereja kecil.

Pada Senin kemarin, pemimpin Sinode menyampaikan pesan kepada pemerintah  bahwa tidak ada pembenaran untuk menggalangi layanan Epiphany. Meski demikian sebagian besar gereja tetap menghormati pembatasan layanan keagamaan untuk menghindari penularan Covid-19.

Di Gereja Ortodoks Timur, Epiphany adalah salah satu pesta keagamaan terpenting, memperingati baptisan Kristus dan pewahyuan Tritunggal Mahakudus. Ritual populer di mana perenang mengambil salib yang dilemparkan ke air oleh seorang pendeta telah dilarang tahun ini oleh pemerintah Yunani.

REUTERS

https://www.reuters.com/article/idUSKBN29B16A?il=0


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT