Presiden Jokowi Dipastikan Akan Gunakan Vaksin Sinovac
TEMPO.CO | 07/01/2021 14:21
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Divisi Produksi Farmasi Hikmat Alitamsar (kiri) meninjau fasilitas produksi gedung 43 yang nantinya akan digunakan untuk memproduksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. ANT
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Divisi Produksi Farmasi Hikmat Alitamsar (kiri) meninjau fasilitas produksi gedung 43 yang nantinya akan digunakan untuk memproduksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. ANTARA/dok PT Bio Farma

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo direncanakan akan menjadi orang pertama penerima vaksin Covid-19 di Indonesia yang dimulai pekan depan. Kementerian Kesehatan memastikan Jokowi akan menggunakan vaksin buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac.

"(Akan menggunakan) vaksin Sinovac dan tetap tunggu emergency use of authorization (EUA) dari BPOM," ujar Juru Bicara Program Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Januari 2021.

Jokowi awalnya direncanakan akan disuntik vaksin Covid-19 pada 13 Januari 2021. Meski begitu, saat ini vaksin Sinovac masih menunggu hasil uji klinis tahap 3 untuk kemudian dipastikan efektif dan aman digunakan.

Jika sudah keluar hasil uji klinis 3, baru kemudian BPOM akan menerbitkan EUA agar bisa digunakan dan diberi izin edar. "Tanggal 13 Januari adalah rencana awal yang dapat disesuaikan dengan izin BPOM," kata Nadia.

Jokowi dalam akun Instagramnya mengatakan masih menunggu EUA dari BPOM dan proses kajian halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap vaksin Sinovac. Namun ia menegaskan akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19.

"Mengapa Presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," kata Jokowi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT