Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Pukul 09.30, Ma'ruf Amin Tak Ikut
TEMPO.CO | 13/01/2021 08:35
Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia
Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan disuntik vaksin Covid-19 pada pagi ini, Rabu, 13 Januari 2021. Menurut jadwal dari Sekretariat Presiden, vaksinasi perdana terhadap presiden dilakukan pukul 09.30 di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi akan menerima vaksin buatan Sinovac, perusahaan biofarma asal Cina.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menyebut, Ibu Negara Iriana tidak ikut menerima vaksin perdana pagi ini. "Bapak presiden saja dengan berbagai lapisan unsur masyarakat. Ada perwakilan perawat, perwakilan tokoh agama, pengusaha dan tentu masyarakat pedagang," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 13 Januari 2021.

Jokowi akan disuntik oleh tim Dokter Kepresidenan. Proses vaksinasi Jokowi di Istana akan disiarkan secara langsung lewat YouTube Sekretariat Presiden.

Heru menyebut, adapun vaksinasi menteri Kabinet Indonesia Maju sedang di persiapkan oleh Kementerian Kesehatan. "Karena menteri-menteri akan bersama eselon satu-nya masing masing dan sudah ada jadwalnya," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak akan menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini. "Karena Pak Wapres berusia di atas 60 tahun jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin dengan yang ada sekarang, yang Sinovac itu," kata Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Januari 2021.

Ma'ruf Amin nantinya akan menerima vaksin Covid-19 yang sesuai dengan kriteria usia dan kondisi kesehatan. "Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Pak Wapres," ujar Masduki.

Saat ini vaksin Covid-19 yang telah tersedia di Indonesia memang hanya vaksin buatan Sinovac. Vaksin ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin ini akan diberikan untuk penerima di rentang usia 18 hingga 59 tahun. 

DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT