Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi Dimulai Hari Ini
TEMPO.CO | 15/01/2021 09:30
Ilustrasi Vaksin Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi Vaksin Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mulai melakukan vaksinasi Covid-19 hari ini Jumat, 15 Januari 2021. Pelaksanaan ini mundur sehari karena dinas kesehatan sebagai instansi berkompeten sedang mematangkan persiapan.

"Pertama itu Pak Presiden RI (Joko Widodo) selanjutnya untuk kepala daerah tanggal 14 dan 15 Januari," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezi Syukrawati, Kamis, 14 Januari 2021.

Ia mengatakan, orang pertama di Kota Bekasi disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Cina adalah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan wakilnya Tri Adhianto. Selain itu, ada pimpinan unsur forum komunikasi daerah seperti Kapolres, Dandim, dan Ketua DPRD.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi pertama kali ini digelar di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabaga pintu sembilan. Ia mengatakan, ada beberapa tahapan penerima vaksin sebelum disuntik.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Perdana di Banten Ricuh, Begini Penjelasan Wahidin Halim

"Kami akan siapkan 4 meja, pertama untuk klarifikasi data atau pendaftaran, kedua untuk melakukan pengecekan kesehatan dan klarifikasi riwayat kesehatan," kata Dezy.

Sementara itu, meja ketiga untuk tindakan penyuntikan vaksin yang dilakukan oleh vaksinator. Sementara meja terakhir, kata dia, peserta yang disuntik akan diberikan kartu tanda suntik pertama dari petugas kesehatan.

"Sama semua di seluruh layanan kesehatan," kata dia.

Pemerintah Kota Bekasi telah menerima sebanyak 14.060 vaksin Covid-19 pada Selasa lalu. Vaksin ini sekarang disimpan di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Komp. Perum Bumyagara Jalan Bayan 1 No. 1 Kelurahan Mustika Jaya Kecamatan Mustika Jaya.

Pemerintah daerah telah menetapkan sebanyak 120 fasilitas layanan kesehatan sebagai tempat vaksinasi. Diantaranya 46 rumah sakit, 42 pusat kesehatan masyarakat dan 32 klinik. Adapun sasaran pertama setelah pejabat pemerintah adalah para tenaga kesehatan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT