Menjelang Imlek, Cina Waswas Kekurangan Tenaga Kerja
TEMPO.CO | 15/01/2021 16:30
Seorang pria yang mengenakan masker berjalan di Ditan Park, Beijing, Cina, 24 Januari 2020. Pemerintah Cina memutuskan membatalkan sejumlah perayaan tahun baru Imlek di beberapa tempat untuk mencegah penyebaran virus Corona. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Seorang pria yang mengenakan masker berjalan di Ditan Park, Beijing, Cina, 24 Januari 2020. Pemerintah Cina memutuskan membatalkan sejumlah perayaan tahun baru Imlek di beberapa tempat untuk mencegah penyebaran virus Corona. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan tenaga kerja di beberapa sektor industri di Cina mengalami peningkatan menjelang imlek. Manufaktur Cina mulai bangkit, didorong oleh sebagian permintaan dari luar negeri yang tak bisa kemana-mana karena Covid-19. Namun pabrik-pabrik di Cina ada yang masih terseok-seok karena kekurangan tenaga kerja kerah biru.

 

Pemerintah daerah Ningbo mengatakan penghentian produksi selama libur Imlek di tengah tingginya permintaan dari luar negeri bisa membuat perusahaan-perusahaan mengalami kerugian yang besar.          

 

Baca juga: Pandemi COVID-19 Memburuk, Cina Minta Warganya Tidak Berlibur Saat Imlek

Meskipun berapa banyak pekerja yang memutuskan tidak pulang kampung tahun ini masih belum ketahuan, Cina berharap jumlah warga yang melakukan perjalanan libur Imlek lebih rendah ketimbang biasanya.   

Pekerja memeriksa suhu penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara pada malam perayaan Tahun Baru Imlek China, di Xianning, kota yang berbatasan dengan Wuhan di provinsi Hubei, Cina 24 Januari 2020. REUTERS/Martin Pollard

 

Sejumlah pemerintah daerah di Cina dan pabrik-pabrik di Cina menawarkan insentif dalam upaya membujuk para pekerja agar tidak mudik saat libur imlek atau tahun baru Cina pada Februari 2021 mendatang.

 

Tradisi imlek di Cina biasanya masyarakat akan berbondong-bondong mudik. Sekitar 280 juta tenaga migran di Cina akan pulang kampung ke area-area pinggir Cina. Kalangan pegawai, yang tinggal jauh dari kampung halaman, juga akan mudik untuk bertemu keluarga mereka.

 

Wabah virus corona menyebar selama libur imlek 2020, namun para pekerja yang terjebak di desa-desa mereka selama berbulan-bulan, telah memaksa mereka untuk melakukan karantina panjang ketika mereka akhirnya kembali ke kota-kota besar.

 

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak pabrik lumpuh, produksi manufaktur anjlok dan para pekerja kehilangan pendapatan mereka. Perusahaan biasanya membayar ekstra kepada karyawan yang memutuskan untuk tetap bekerja saat libur Imlek.

 

Akan tetapi, pada tahun ini pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan berharap mereka bisa menawarkan lebih banyak pada para pekerja. Seperti insentif seperti uang tambahan, hadiah, hiburan, perjamuan pada malam tahun baru Cina dan pengaturan libur.      

 

Banyak provinsi di Cina menerbitkan pemberitahuan kepada para pekerja agar mereka tidak kemana-mana karena penting untuk mengendalikan pandemi Covid-19 dan menjamin stabilitas industri serta rantai suplai pasokan.

 

 

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-china-economy-workers/chinas-lockdown-wary-cities-urge-migrant-workers-to-avoid-new-year-trip-home-idUSKBN29K02P

     


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT