Diperintahkan Jokowi, Kepala Basarnas ke Mamuju dan Kalsel Besok
TEMPO.CO | 15/01/2021 21:03
Prajurit TNI bersiap memasuki Pesawat Hercules A 1321 TNI AU yang membawa bantuan logistik untuk korban gempa bumi Majene di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TNI AU menyiapkan sejumlah alutsista untuk mengangkut prajurit TNI dala
Prajurit TNI bersiap memasuki Pesawat Hercules A 1321 TNI AU yang membawa bantuan logistik untuk korban gempa bumi Majene di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TNI AU menyiapkan sejumlah alutsista untuk mengangkut prajurit TNI dalam membantu proses operasi SAR, evakuasi bencana, dan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Barat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Purnawirawan Bagus Puruhito dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menuju lokasi bencana Kalimantan Selatan dan Mamuju.

"Besok Panglima TNI dan saya diperintahkan ke Kalimantan Selatan dan Mamuju dengan membawa keperluan yang dibutuhkan diantaranya peralatan untuk melaksanakan operasi SAR. Misalnya, perahu karet dan lainnya," ujar Bagus Puruhito di Posko JICT II, Jumat, 15 Januari 2021.

Untuk evakuasi bencana di Mamuju, Bagus mengatakan tim SAR gabungan sudah turun dari Basarnas dan sudah melakukan estrikasi atau pencarian orang yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Seperti saya katakan Basarnas dari Balikpapan dengan satu KN SAR dan alat alat estrikasi untuk mengevakuasi korban dalam reruntuhan ada 10 set," ujar Bagus.

Saat ini, kata dia, operasi SAR di daerah tersebut masih berlangsung dan Basarnas terus berusaha optimum melaksanakan evakuasi tersebut. "Kami mohon doanya dan kami akan berusaha seoptimum yang bisa kami laksanakan."

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan tergenang banjir. Kecamatan Mataraman di Kabupaten Banjar salah satu wilayah paling parah diterjang banjir. Markas Polsek, kantor camat hingga puskesmas habis tergenang air dengan ketinggian mencapai satu sampai dua meter.

Adapun gempa Majene - Mamuju dengan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat pukul 01.28 WIB. Laporan BPBD Mamuju, korban meninggal dunia tiga orang dan luka-luka 24 (orang). Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa bumi Majene memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene - Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus dan mengakibatkan kerusakan 62 rumah rusak, satu puskesmas, dan bangunan Kantor Danramil Malunda.

Baca: PLN Kerahkan 123 Personel Pulihkan Kelistrikan Terdampak Gempa Majene

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT