Yusuf Mansur Ungkap Rencana IPO Paytren: Bismillah, Yakin Tanpa Ragu
TEMPO.CO | 17/01/2021 10:41
Pendiri PayTren, Ustadz Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia, di Gedung Tempo Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT In
Pendiri PayTren, Ustadz Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia, di Gedung Tempo Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT Info Media Digital atau Tempo.co. TEMPO/Charisma Adristy

TEMPO.CO, Jakarta - Ustaz yang juga pendiri Paytren Yusuf Mansur tengah berencana membawa perusahaan teknologi finansial pembayaran elektronik tersebut melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terkait hal itu, dalam waktu dekat Paytren akan memulai dengan konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

"Sambil meminta izin juga tentunya. Kawan-kawan di Paytren juga lagi sedang menyiapkan hal-hal teknis awal. Bismillaah… Walhamdulillaah… Yakin Tanpa Ragu," ujarnya seperti dikutip dari postingannya di situs resminya yusufmansyur.com, Kamis, 14 Januari 2021.

Ia lalu menggarisbawahi kata yakin tersebut. Yakin, kata Yusuf, berarti mengimani bahwa Allah benar-benar bisa membuat segala bisa terjadi.

Begitu juga dengan rencana IPO ini, menurut dia, dapat terwujud seperti mempercayai cerita tentang keajaiban. Contohnya, kisah Keluarga Nabi Ibrahim itu adalah cerita tentang keyakinan, keimanan dan keajaiban dari mempercayai.

"Bagaimana Siti Hajar yakin aja bahwa Allah akan memberikan makan minum untuk dirinya dan Nabi Ismail yang waktu itu masih bayi? Siti Hajar yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya," kata Yusuf.

Ia lalu menyebutkan bagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yakin bahwa perintah Allah untuk menyembelih adalah benar adanya. Mereka yakin bahwa Allah tidak pernah main-main kalau memberikan perintah. Yusuf juga berpesan kepada orang yang merasa pesimistis dan hidupnya gelap, harus terus yakin dan optimistis bahwa masalah pasti akan berlalu. 

Soal rencana IPO Paytren ini, kata Yusuf, dilakukan tidak hanya dengan menerbitkan saham pertama tapi juga saham kedua kepada investor atau masyarakat umum. Biasanya perusahaan tersebut akan merekrut seorang bankir investasi untuk menjamin penawaran tersebut dan seorang pengacara korporat untuk membantu menulis prospektus.

Saham Paytren yang di tawarkan akan didaftarkan di Bursa Efek Indonesia, kemudian dapat diperdagangkan secara publik. Penjualan saham diatur oleh pihak berwajib dalam pengaturan finansial dan jika relevan, sebuah bursa saham. Biasanya menjadi sebuah persyaratan untuk mengungkapkan kondisi keuangan dan prospek sebuah perusahaan kepada para investor.

"Bagaimana menurut kawan-kawan? Mudah-mudahan ada doa-doa dan dukungan ya. Berupa energi positif, kata-kata dan kalimat positif, yang baik, membangun, mendukung, membuka harapan, menambah kekuatan dan keyakinan, dan hal-hal positif lagi baik lainnya. Termasuk siap antri beli," kata Yusuf Mansur.

BISNIS

Baca: Sahamnya Sempat Dijagokan Yusuf Mansur, BRIsyariah Tegaskan Tak Pakai Influencer


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT