Hari ke-8, Tim SAR Sriwijaya Air SJ182 Telah Evakuasi 298 Kantong Jenazah
TEMPO.CO | 17/01/2021 11:35
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, 16 Januari 2021. Tim Badan Nasional Penca
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, 16 Januari 2021. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengevakuasi 17 kantong jenazah, tiga kantong serpihan kecil pesawat dan satu kantong berisi dokumen. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Proses pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) Sriwijaya Air SJ182 telah memasuki hari kedelapan. Pesawat yang jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 itu membawa 62 orang yang seluruhnya diperkirakan tewas.

"Sebanyak 298 kantong human body remains (bagian tubuh korban) berhasil dievakuasi tim SAR gabungan selama 8 hari pelaksanaan operasi SAR," ujar Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Januari 2021.

Selain potongan tubuh penumpang, sebanyak 54 serpihan kecil dan 51 serpihan besar pesawat Sriwijaya Air SJ182 juga telah dievakuasi. Untuk potongan tubuh saat ini telah diserahkan kepada tim DVI Mabes Polri dan kepingan pesawat kepada KNKT.

Bambang mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mencari black box tipe Voice Cockpit Recorder (VCR) atau rekaman suara pilot di kokpit yang masih berada di dasar laut.

Baca juga: Isak Tangis Ibunda Iringi Pemakaman Pramugari Nam Air Korban Sriwijaya Air

"Pencarian dilakukan oleh kapal-kapal yang dilengkapi dengan peralatan underwater seperti multibeam echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV)," kata Bambang.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu sore sekitar pukul 14.40 WIB. Setelah ditelusuri, pesawat ternyata jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.

Sampai hari ini, kotak hitam voice cockpit recorder atau VCR yang berisi rekaman percakapan pilot di kokpit Sriwijaya Air SJ182 belum berhasil ditemukan. Petugas baru berhasil menemukan black box tipe Flight Data Record (FDR) atau boks yang menyimpan soal data penerbangan pesawat. Saat ini, petugas masih melakukan pengolahan data black box FDR itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT