Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU Covid-19 di Jakarta Sudah 87 Persen
TEMPO.CO | 19/01/2021 11:56
Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat
Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyatakan bahwa per tanggal 17 Januari 2021 ketersediaan tempat tidur isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 hampir penuh. Dari jumlah 8.890 tempat tidur isolasi dan ICU, sebanyak 87 persen di antaranya telah terisi.

“Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien Covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta.” Demikian unggahan pada akun Instagram resmi @dkijakarta pada hari ini, Selasa, 19 Januaro 2021.

Menurut akun itu, 24 persen di antaranya diisi oleh pasien dari luar Ibu Kota, seperti Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Baca: Gawat, Ruang ICU Buat Pasien Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Penuh

Jika menghitung murni pasien Covid-19 yang berasal dari Jakarta, maka keterisian tempat tidur ICU dan isolasi di Ibu Kota sebesar 63 persen. “Seluruh warga Jabotedabek harus sama-sama tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai penularan Covid-19.”

Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sulung mengatakan Pemerintah DKI mentargetkan empat RS rujukan tambahan mengingat lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi. "Dalam waktu dekat akan kami tambah. Ada tiga sampai empat rumah sakit swasta yang sudah mengajukan untuk menjadi rujukan," kata dia saat dihubungi, 16 Januari lalu.

Sulung belum bisa menjelaskan empat rumah sakit swasta yang bersedia menjadi fasilitas kesehatan untuk merawat pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Rumah sakit itu, kata dia, berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

"Sekarang mereka sedang berproses mempersiapkan fasilitas khususnya. Karena perlu IGD khusus dan penyekat untuk rumah sakit rujukan," ujar dia.

Fasilitas isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan tambahan itu, menurut dia, sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Dalam beberapa hari terakhir pasien Covid-19 di Jakarta bertambah cukup tinggi.

ADAM PRIREZA | IMAM HAMDI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT