Pedagang Daging Sapi di Jabodetabek Bakal Mogok Jualan per Hari Ini, Kenapa?
TEMPO.CO | 20/01/2021 09:13
Pedagang daging melayani calon pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengeluarkan edaran dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, T
Pedagang daging melayani calon pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengeluarkan edaran dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Himbauan penyetopan perdagangan dan pemotongan daging sapi di Jadetabek berlaku sejak Selasa 19 Januari 2021 malam hari hingga 22 Januari 2021 sebagai tuntutan untuk menurunkan harga yang terus naik sejak tahun baru 2021 dan menyebabkan minat pembeli turun karena harga tinggi. Tempo/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pedagang daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jabodetabek berencana mogok jualan menyusul naiknya harga komoditas tersebut di pasaran dalam belakangan ini. Mogok jualan karena lonjakan harga daging ini rencananya berlangsung selama tiga hari dimulai per hari ini, Rabu, 20 Januari 2021 hingga Jumat, 22 Januari 2021.

Rencana mogok jualan ini dilakukan setelah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bertemu dengan sejumlah pemangku kebijakan dan membahas kondisi harga di pasaran.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengaku telah menerima surat edaran APDI bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021 soal rencana mogok jualan tersebut. Surat itu juga sudah disampaikan ke Kementerian Perdagangan.

Abdullah menyebutkan, kenaikan harga daging sapi yang terjadi saat ini sebetulnya merupakan siklus rutin yang terjadi usai Natal dan Tahun Baru. Namun, saat daya beli masyarakat yang belum pulih akibat pandemi, kenaikan harga ini dirasa lebih sulit oleh para pedagang.

Per hari ini, kata Abdullah, harga daging sapi murni rata-rata dijual di kisaran Rp 122.000 per kilogram (kg) atau naik ketimbang di hari-hari normal di Rp 114.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini dibanderol Rp 128.000 per kg ketika sebelumnya hanya di kisaran Rp 120.000 per kg.

"Harga di hulu sudah tinggi sehingga berimbas ke hilir. Fenomena seperti ini pernah terjadi pada 4 atau 5 tahun lalu," kata Abdullah saat dihubungi, Selasa, 19 Januari 2021.

Tak terpengaruh oleh surat edaran APDI tersebut, Abdullah menjelaskan, Ikappi telah berkonsolidasi dengan para pedagang sapi untuk tetap berjualan. Agar pedagang tak terlalu merugi, para pedagang diimbau mengurangi produk daging yang diujual.

“Kami sudah konsolidasi agar tidak perlu mogok dan konsumsi tetap terjaga. Bagaimanapun ada warung-warung pengguna daging yang sudah langganan,” kata Abdullah.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat APDI Asnawi tidak langsung mengonfirmasi soal rencana pemogokan. Ketika dihubungi kemarin, dia mengatakan APDI masih mengikuti rapat stabilisasi harga daging sapi dengan Kementerian Perdagangan. "Rapat sedang berlangsung. Akan saya berikan update jika sudah selesai," kata Asnawi melalui pesan instan.

Adapun Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) melaporkan harga rata-rata daging sapi secara nasional naik dalam sebulan terakhir. Harga komoditas itu naik dari Rp 118.750 per kg pada pekan kedua Desember 2020 menjadi Rp 119.350 pada pekan ketiga Januari 2021.

Harga daging di sejumlah provinsi terpantau melampaui Rp 130.000 per kg seperti di Aceh yang menyentuh Rp 134.150 per kg dan Rp 130.200 per kg di Kalimantan Selatan. Sementara di DKI Jakarta, harga rata-rata pada pekan ketiga berkisar Rp 129.150 per kg.

Sebelumnya, mogok jualan dan produksi juga dilakukan oleh 5.000 UKM tahun tempe di DKI Jakarta pada awal tahun ini. Sebanyak 5.000 UKM di DKI Jakarta menghentikan proses produksi selama tiga hari  sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga bahan baku yakni kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram.

BISNIS

Baca: Pasokan Daging untuk Natal dan Tahun Baru Surplus 19 Ribu Ton

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT