FBI Waspadai Pendukung Trump yang Menyamar Jadi Petugas Keamanan
TEMPO.CO | 20/01/2021 11:30
Anggota Garda Nasional berjaga di dekat gedung Capitol AS, saat Dewan Perwakilan Rakyat berdebat untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump seminggu setelah para pendukungnya menyerbu gedung Capitol di Washington, AS, 13 Januari 2021. [REUTERS / Brandon B
Anggota Garda Nasional berjaga di dekat gedung Capitol AS, saat Dewan Perwakilan Rakyat berdebat untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump seminggu setelah para pendukungnya menyerbu gedung Capitol di Washington, AS, 13 Januari 2021. [REUTERS / Brandon Bell]

TEMPO.CO, - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI)  memperingatkan dugaan anggota kelompok sayap kanan, QAnon, berusaha menyamar menjadi personel Garda Nasional untuk menyusup di pelantikan Joe Biden. QAnon adalah pendukung presiden inkumben Donald Trump yang percaya bahwa jagonya itu adalah seorang juru selamat.

 

Seperti diberitakan The Washington Post, peringatan itu FBI sampaikan kepada lembaga penegak hukum lain di Amerika Serikat.

 

Mengutip CNN, laporan intelijen yang diperoleh Post, mengatakan FBI memantau individu yang mengunduh peta area sensitif di sekitar Washington. Mereka dilaporkan berdiskusi tentang bagaimana lokasi tersebut dapat digunakan untuk menembus keamanan.

 

Baca juga: Khawatir Ada Penyusup, FBI Periksa Personil Militer Penjaga Pelantikan Joe Biden

 

Laporan intelijen memperingatkan bahwa anggota QAnon dan "serigala tunggal" mengindikasikan mereka berencana melakukan perjalanan ke Washington untuk upacara pelantikan Biden pada hari Rabu. "Tetapi pengarahan intelijen tidak mengidentifikasi plot khusus untuk menyerang acara pelantikan," tulis laporan Washington Post seperti dikutip dari CNN, Rabu, 20 Januari 2021.

 

FBI mencatat bahwa mereka mendeteksi lalu lintas yang mencurigakan pada sistem komunikasi yang digunakan oleh beberapa peserta dalam serangan Capitol 6 Januari kemarin.  Namun tidak ada yang menunjukkan indikasi tertentu.

 

Direktur FBI Christopher Wray sebelumnya mengatakan pihaknya sedang memantau sejumlah besar diskusi online seputar pelantikan Joe Biden. "Kami memantau semua petunjuk yang masuk apakah seruan untuk protes bersenjata, potensi ancaman yang tumbuh dari kerusuhan 6 Januari di Capitol atau jenis ancaman potensial lainnya yang mengarah ke acara pelantikan dan berbagai target lainnya," katanya pekan lalu.

 

Secret Service juga menolak untuk berkomentar kepada Post tentang laporan ancaman FBI, tetapi mengatakan kepada surat kabar itu bahwa akan menanggapi semua ancaman dengan serius demi menjaga keamanan pelantikan Joe Biden.

 

CNN

https://www.cnn.com/2021/01/19/politics/fbi-warn-qanon-biden-inauguration/index.html

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT