Harapan Komunitas Driver Soal Merger Gojek dan Tokopedia
TEMPO.CO | 21/01/2021 21:06
Logo Tokopedia dan Gojek.
Logo Tokopedia dan Gojek.

TEMPO.CO, Jakarta - Para mitra pengemudi Gojek menanti realisasi rencana merger Gojek dan Tokopedia. Bergabungnya dua startup besar ini disinyalir dapat menaikkan frekuensi order dan menambah penghasilan para mitra di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Komunitas Driver Gojek Garuda Sakti Theresia I. Prismiar mengatakan jika merger terjadi, jutaan mitra pengemudi akan mendapatkan peluang tambahan pendapatan lewat layanan pengantaran instan/hari yang sama (same day delivery) di platform Tokopedia.

"Otomatis orderan makin banyak yang masuk, kami bisa memilih varian orderan mana yang akan kita ambil. Selain orderan GoSend dari pengguna aplikasi Gojek, kami juga bisa ambil orderan dari pengguna aplikasi Tokopedia yang delivery-nya pakai GoSend," ujar Theresia dalam siaran pers yang dikutip, Kamis, 21 Januari 2021.

Menurut Theresia, kolaborasi Gojek dan Tokopedia juga bisa melahirkan inovasi baru di bidang logistik yang membuat konsumen semakin senang berbelanja. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada peluang pendapatan mitra driver.

Harapan serupa diungkapkan Irwanto, Ketua Umum Komunitas Driver Gojek Korwil Utara.

"Saya lihat kondisi pandemi gini kan orderan sepi. Kalau dua raksasa ini digabung, bisa jadi lebih besar. Gojek kan fokus di layanan pengantaran, sementara Tokopedia e-commerce yang menjual banyak barang. Ini bisa berdampak baik ke pendapatan driver," tuturnya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa, 5 Januari 2021, entitas hasil merger ini akan menciptakan perusahaan internet raksasa di Indonesia dengan nilai gabungan lebih dari US$ 18 miliar (Rp 252 triliun dengan kurs Rp14.000).

Bisnis perusahaan gabungan ini akan mencakup pemesanan kendaraan dan pembayaran hingga belanja serta pengiriman daring, layaknya perusahaan versi lokal dari gabungan Uber Technologies Inc., PayPal Holdings Inc., Amazon.com Inc., dan DoorDash Inc.

Gojek dan Tokopedia telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018, tetapi diskusi dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.

BISNIS

Baca: Gojek Sah Genggam 22 Persen Saham Bank Jago, Persaingan Bank Digital Makin Ketat


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT