Bank Indonesia: 2021, Modal Asing Masuk RI USD 5,1 Miliar hingga 19 Januari
TEMPO.CO | 21/01/2021 22:20
Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk “Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models” di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)
Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk “Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models” di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali berlanjut, tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflow sebesar US$ 2,1 miliar pada triwulan IV 2020. Jumlah itu menunjukkan pembalikan arah dari triwulan sebelumnya yang mencatat net outflow US$ 1,7 miliar.

"Memasuki awal tahun 2021, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik ini terus berlanjut dan mencapai US$ 5,1 miliar per 19 Januari 2021, termasuk penerbitan obligasi global oleh pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual usai Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis, 21 Januari 2021.

Dengan perkembangan ini, kata dia, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 tetap tinggi, yakni US$ 135,9 miliar. Nilai itu setara pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dia juga mengatakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

Kinerja positif transaksi berjalan diprakirakan berlanjut pada triwulan IV 2020, terutama didorong oleh surplus neraca barang yang meningkat.

Neraca perdagangan pada triwulan IV 2020 mencatat surplus sebesar US$ 8,3 miliar. Nilai itu meningkat dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 8,0 miliar.

Ekspor pada Desember 2020 mencatat kenaikan tertinggi sejak 2013 mencapai US$ 16,5 miliar atau tumbuh 14,6 persen (yoy), sejalan dengan kenaikan harga komoditas dan permintaan terutama dari Cina, AS, dan ASEAN. Secara keseluruhan tahun 2020, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 0,5 persen dari PDB.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan sekitar 1,0 persen hingga 2,0 persen dari PDB pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia.

HENDARTYO HANGGI

Baca juga: Pasca Pelantikan Joe Biden, BI Perkirakan USD 19,1 M Modal Asing Masuk Indonesia


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT