Korea Selatan Waswas Kluster Baru Covid-19 di Sekolah Agama
TEMPO.CO | 27/01/2021 13:30
Seseorang menjalani tes virus corona (COVID-19) di lokasi pengujian virus corona yang didirikan di stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, 15 Desember 2020.[REUTERS / Kim Hong-Ji]
Seseorang menjalani tes virus corona (COVID-19) di lokasi pengujian virus corona yang didirikan di stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, 15 Desember 2020.[REUTERS / Kim Hong-Ji]

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Korea Selatan pada Rabu, 27 Januari 2021, meningkatkan langkah pencegahan wabah virus setelah adanya laporan penyebaran Covid-19 di kluster Sekolah Kristen di negara itu. Penyebaran ini membuat angka infeksi virus corona di Negeri Gingseng meningkat dan memupuskan harapan Korea Selatan untuk keluar dari gelombang tiga pandemi Covid-19.

 

Total ada 297 kasus positif Covid-19 terlacak dari enam gereja dan sekolah-sekolah Kristen yang dijalankan oleh International Mission, yakni sebuah organisasi agama Kristen di Korea Selatan. Dari jumlah itu, sebanyak 100 kasus dikonfirmasi dalam semalam, dimana mereka yang tertular terkait dengan sebuah gereja dan sekolah misionaris di Gwangju atau sekitar 270 kilometer dari selatan Ibu Kota Seoul.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Korea Selatan Bertambah

Peserta ujian di Korea Selatan menjalani tes ujian masuk perguruan tinggi di tengah pandemi virus corona. Sumber: reuters

 

Sedangkan 171 kasus lainnya terkait dengan sebuah sekolah missionaris di Kota Daejeon, dimana kluster virus corona disana menyebar sejak 17 Januari 2021. Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Korea Selatan (KDCA) mengatakan kluster penyebaran virus corona di sekolah missionaris di Daejeon menyebar beberapa waktu sebelum akhirnya terdeteksi.

 

International Mission sudah diperintahkan untuk melakukan pengujian virus corona pada 32 – 40 sekolah-sekolah misionaris dan gereja yang di kelola organisasi itu, yang ada di penjuru Korea Selatan. International Mission sudah meminta maaf karena tidak mengambil langkah-langkah pencegahan saat wabah terjadi.

 

Beberapa pelajar positif Covid-19, namun tanpa gejala. Pihak International Mission pun merasa gagal meminta pelajar dengan gejala seperti flu untuk melakukan tes virus corona.    

 

“Kami meminta maaf karena tidak merespon sejak awal dan hanya berfikir mungkin pelajar tersebut hanya kena flu ketika pelajar pertama mengalami demam,” demikian keterangan International Mission. Organisasi tersebut juga berkomitmen akan menyerahkan daftar pelajar dan semua staf di sekolah.

 

Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun menyerukan kepada masyarakat yang pernah berkontak dengan fasilitas-fasilitas International Mission agar segera melakukan tes virus corona.

 

“Kuncinya adalah kecepatan. Saya menyerukan pada otoritas dan pemerintah lokal agar berupaya untuk mengidentifikasi fasilitas-fasilitas terkait dan melakukan tindak pencegahan penularan Covid-19 ini lebih lanjut,” kata Chung.       

 

 

 

 

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-southkorea/south-korea-reports-big-jump-in-covid-19-cases-on-outbreaks-in-christian-schools-idUSKBN29W0A5


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT