Pengamat Sebut Gerindra dan PKS Masih Bisa Berkoalisi di Pilkada DKI
TEMPO.CO | 28/01/2021 12:57
Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria menjadi jemaah Salat Jumat di Masjid Balai Kota, Jumat, 5 Juni 2020. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, menggelar Salat Jumat berjemaah menggunakan protokol kesehatan pencegahan penu
Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria menjadi jemaah Salat Jumat di Masjid Balai Kota, Jumat, 5 Juni 2020. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, menggelar Salat Jumat berjemaah menggunakan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. Foto: Humas Pemprov DKI

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin melihat koalisi antara Partai Gerindra dan PKS masih bisa terjalin jika Pilkada DKI diselenggarakan pada 2022.

"Saat ini hubungan Gerindra dengan PKS sedang rusak. Namun bisa diperbaiki," kata Ujang melalui pesan singkatnya, Kamis, 28 Januari 2021.

Menurut Ujang, dinamika politik di DKI masih sangat cair dan penuh kejutan. Menurut dia, selama ini tidak ada koalisi partai yang berlandaskan ideologi. "Koalisinya bersifat temporer dan pragmatis. Jadi koalisi PKS-Gerindra mungkin-mungkin saja. Untuk PKS mungkin di wakil," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Jika Pilkada Digelar 2022, Anies Baswedan Dapat Panggung

Selain itu, menurut dia, Gerindra dan PKS bisa memajukan calon inkumben Gubernur DKI Anies Baswedan bersama Riza Patria yang telah menjadi wakil gubernur menggantikan Sandiaga Uno.

Namun, kata dia, skenario itu semua tergantung dari dinamika politik yang akan terjadi ke depan.

Menurut Ujang, jika Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria mau aman, lebih baik tetap bergandengan dengan Anies lagi di Pilkada DKI. "Satu paket dengan Anies. Karena Aniesnya incumbent gubernur. Dianya incumbent wakil gubernur. Kuat dan bisa menang lagi."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT