Kapolri Listyo Sigit Cerita Disebut Ma'ruf Amin Nahdliyin Cabang Nasrani
TEMPO.CO | 28/01/2021 19:16
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal menyampaikan keterangan usai pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, 28 Januari 2021. Tempo/Friski Riana
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal menyampaikan keterangan usai pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, 28 Januari 2021. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan asal usul dirinya menjadi warga Nahdliyin saat bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

"Saya berani menyampaikan bahwa sore ini kita silaturahmi sesama warga Nahdliyin," kata Listyo di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.

Listyo menceritakan ketika menjadi Kapolres Pati, ia kerap didampingi Kiai Happy. Suatu hari, Kiai Happy pernah menyampaikan kepada dirinya bahwa Listyo sudah menjadi warga NU. Hal itu juga ditegaskan Kiai Sahal, Rais Aam PBNU saat itu, bahwa Listyo merupakan warga Nahdliyin.

Baca juga: Said Aqil Siradj Curhat ke Listyo Sigit soal Kutbah Jumat di Masjid BUMN

Saat menjadi Kapolda Banten, Listyo bertemu dengan Ma'ruf Amin yang ketika itu menjabat Rais Aam PBNU. Listyo pun kembali bertanya kepada Ma'ruf apakah dirinya masih bisa disebut warga NU atau tidak. "Karena setelah sekian tahun kemudian jangan-jangan KTA (kartu tanda anggota) saya sudah habis," katanya.

Menurut Listyo, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Listyo masih menjadi warga Nahdliyin. "Beliau menegaskan lagi, 'Betul Pak Kapolda warga Nahdliyin cabang nasrani'," kata Listyo Sigit disambut dengan gelak tawa Said Aqil dan para pengurus PBNU yang hadir dalam pertemuan itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT