Dirut PT Sriwijaya Air: Tinggal 4 Korban Pesawat yang Belum Teridentifikasi
TEMPO.CO | 30/01/2021 19:17
Rekan pilot Sriwijaya Air SJ-182  Kapten Afwan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum dimasukkan ke dalam mobil ambulans di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2021. Selain Kapten Afwan, tim DVI juga mengidentifikasi dua korban
Rekan pilot Sriwijaya Air SJ-182 Kapten Afwan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum dimasukkan ke dalam mobil ambulans di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2021. Selain Kapten Afwan, tim DVI juga mengidentifikasi dua korban lainnya atas nama Suyanto dan Riyanto. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Bogor -Direktur Utama Maskapai PT Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengatakan hingga pekan ketiga, dati total 62 awak dan penumpang korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, tinggal 4 belum teridentifikasi.

“Tinggal empat lagi berarti yang belum, dan semuanya penumpang,” kata Jefferson memberikan keterangan di kediaman pilot Kapten Afwan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 30 Januari 2021.

Jefferson mengatakan jumlah semua korban yang turut menjadi korban dalam kecelakaan penerbangan pesawat pada Sabtu 9 Januari lalu ada 62 orang, terdiri dari 50 penumpang, enam kru aktif dan enam extra kru.

Artinya total semua kru pesawat SJ 182 ada 12 orang. Jefferson mengklaim semua kru pesawat sudah diketemukan atau berhasil diidentifikasi, serta diserahkan ke keluarganya masing-masing.

Baca juga : Kisah Sedih Penyesalan Sahabat Pilot Sriwijaya Air SJ182 Ingat Awal Januari Lalu

“Kapten Pilot Afwan yang terakhir teridentifikasi, semua kru sudah (diidentifikasi) dan kompensasinya sudah kita serahkan,” kata Jefferson menjelaskan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pihak maskapai kepada semua para korban, Jefferson menyebut sudah memberikan semua hak para korban kepada keluarganya dengan peraturan yang berlaku.

Seorang kerabat mengikuti acara tabur bunga korban Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Acara tabur bunga tersebut dilakukan diatas KRI Semarang dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

Namun, saat disinggung perihal adanya penolakan kompensasi oleh pihak keluarga korban, Jefferson mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Sebab, menurut Jefferson, penolakan itu ditunjukan pihak keluarga kepada perusahaan Boing. “Kalau itu saya belum tahu, karena belum ada informasi resmi yang kami terima,” kata Jefferson.

Jefferson mengatakan setelah pengantaran jenazah kapten Afwan bin Zamzami, selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk hak-haknya yang belum terselesaikan, secepatnya.

Lalu, pasca kejadian Sriwijaya Air SJ182 jatuh, Jefferson mengatakan belum mengambil langkah evaluasi karena saat ini masih menunggu hasil dari proses investigasi yang sedang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan. “Karena kan CVR (Cockpit Voice Recorder) nya juga masih dicari,” demikian Jefferson.

M.A MURTADHO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT