Pesawat Batik Air Lanjutkan Penerbangan ke Bandara Semarang Usai Alih Pendaratan
TEMPO.CO | 30/01/2021 22:38
Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya, sepanjang 2020, Batik Air akan mendatangkan lima pesawat Airbus dengan rinci
Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya, sepanjang 2020, Batik Air akan mendatangkan lima pesawat Airbus dengan rincian tiga pesawat A320 Neo dan dua lainnya A321 Neo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat maskapai Batik Air melanjutkan penerbangan menuju ke Bandara Ahmad Yani Semarang setelah sempat mengalihkan pendaratan di Bandara Adi Soemarmo Boyolali. 

Corporate Communication Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6362D lepas landas dari Bandara Adi Soemarmo pada pukul 11.05 WIB dan mendarat di Bandara Ahmad Yani pada pukul 11.35 WIB.

"Batik Air meminimalisasi dampak yang timbul agar penerbangan lain tidak terganggu," katanya, melalui keterangan resminya yang diterima Antara di Solo, Jateng, Sabtu 30 Januari 2021.

Dalam penerbangan tersebut, Batik Air membawa enam awak pesawat, 77 penumpang dewasa, dan satu anak-anak. Ia mengatakan pesawat rute Cengkareng-Semarang ini berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 07.35 WIB dan diperkirakan tiba pada 08.45 WIB.

Namun, pada saat mendekati Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, pilot memperoleh informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara mengenai perubahan kondisi cuaca yang kurang baik, yaitu curah hujan tinggi.



"Oleh karena itu, untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan mengingat jarak pandang pendek yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pendaratan, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan (divert) di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo," katanya.

Selain Batik Air, pengalihan pendaratan tujuan yang sama juga dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 232 yang membawa penumpang sebanyak 35 orang.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa yang terjadi adalah pengalihan pendaratan dan bukan melakukan pendaratan darurat di Bandara Adi Soemarmo Solo.

Sebelumnya, General Manager Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan mengatakan dua pesawat terbang tujuan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, mengalihkan pendaratan di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, akibat cuaca buruk.

"Kondisi pesawat Batik Air yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo," katanya.

BACA: Pesawat Batik Air Rute Jakarta-Semarang Mendarat di Bandara Solo, Ini Sebabnya


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT