3 Tips Investasi di Pasar Modal dari Komisaris BEI, Salah Satunya: Banyak Baca
TEMPO.CO | 02/02/2021 07:16
Pandu Patria Sjahrir. Wikipedia.org
Pandu Patria Sjahrir. Wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi Covid-19, jumlah investor di pasar modal melonjak. Hingga akhir tahun 2020 tercatat 3,87 juta investor, atau naik 56 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan pada pertengahan Januari lalu angka itu naik menjadi 4,1 juta investor di pasar modal.

Transaksi investor sepanjang 2020 pun meroket sekitar 73 persen dibanding tahun 2019, mencapai 94 ribu investor per hari. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya peningkatan aktivitas investor ritel karena melonjak empat kali lipat dalam sebelas bulan terakhir. 

Komisaris BEI Pandu Sjahrir yakin animo para investor ritel tersebut bakal terus menguat pada tahun ini. “Pasar saham menjadi menarik untuk menempatkan modal dibandingkan sektor lainnya,” ucapnya dalam webinar bertajuk CFO Club - Utilizing Capital Market to Boost the Business Growth, Senin, 1 Februari 2021.

Ia lalu membagikan tiga tips yang harus dilakukan investor ritel pemula di pasar modal, khususnya dari kalangan milenial. Tiga tips tersebut adalah:

1. Membaca
Pandu menyebutkan, membaca di sini artinya calon investor harus meluangkan waktunya untuk membaca laporan-laporan terkait perusahaan tercatat. Sejumlah laporan itu di antaranya laporan keuangan, laporan hubungan investor, hingga laporan riset dari perusahaan sekuritas.

Dari laporan-laporan itu, para investor dapat mengetahui gambaran fundamental suatu perusahaan dan daya tahannya di industri.

2. Check and recheck 
Setelah membaca sejumlah laporan terkait, investor disarankan untuk melakukan konfirmasi data yang diperoleh dengan kondisi di lapangan. Setelah memilih saham yang ingin dibeli, ada baiknya investor mengecek bagaimana kondisi riil emiten.

3. Bertanya
Pandu menekankan yang dimaksud bertanya di sini bukan ditujukan kepada teman, melainkan ke orang-orang yang terlibat di dalam industri emiten tersebut. "Apakah perusahaan ini memang yang terbaik di kelasnya? Bagaimana posisinya di industri?” katanya memberi contoh jenis pertanyaan yang harus selalu diajukan.

Setelah melakukan sejumlah verifikasi tersebut, barulah investor akan lebih mudah dalam menentukan pembelian saham pada harga tertentu.

Tiga langkah ini, menurut Pandu, bisa menjadi pegangan calon investor sebelum memutuskan investasi. Terlebih dinamika pasar saham telah banyak berubah dalam dua tahun terakhir dan butuh ketelitian dalam memilah informasi.

Lebih jauh Pandu menyebutkan, lonjakan jumlah investor ritel belakangan ini membawa tujuan masing-masing. Satu kelompok memiliki tujuan baik berinvestasi di masa depan, sedangkan kelompok yang lain mencari peruntungan agar cepat kaya.

Ia pun berpesan agar generasi milenial tak mudah tergiur dengan keuntungan jumbo yang bisa didapat dari lantai bursa. “Pesan utama kami adalah mengumpulkan kekayaan itu butuh waktu. Jika ingin berinvestasi di pasar saham, ambil jangka panjang lihat fundamentalnya. Berjenjang, bertahap,” kata Pandu.

BISNIS

Baca: 4,1 Juta Investor di Pasar Modal, Dirut BEI: Penambahan Luar Biasa


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT