Ketua RT Sebut Pembunuh Kucing di Kalideres juga Berjualan Daging Anjing
TEMPO.CO | 02/02/2021 21:57
Ilustrasi kucing terluka. Istock.com
Ilustrasi kucing terluka. Istock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua RT 11/13 Kalideres, Jakarta Barat, Sulaeman mengatakan pelaku pembunuhan kucing, yaitu RU, adalah pedagang daging anjing. RU memasok daging anjing ke rumah makan lapo dan pasar.         

"Pelaku ngakunya mau meracuni anjing, tapi yang kena malah kucing,” ujar Sulaeman di Jakarta, Selasa 2 Februari 2021.

Sulaeman Ia mengatakan warga di lingkungannya juga telah mengetahui RU penjual daging anjing. Namun mereka tidak tahu jika RU juga mengonsumsi daging kucing. 

Para tetangga RU baru mengetahui jika RU membunuh kucing tetangganya pada Sabtu, 30 Januari lalu. Mereka memergoki RU meracuni dan memukul binatang tersebut.

Salah satu korban adalah kucing milik Ketua RT 11/13 Kalideres Sulaeman. Para warga melaporkan kasus pembunuhan kucing itu ke polisi sehingga perempuan paruh baya itu sempat ditahan sementara di Polsek Kalideres.

Meski juga menjadi korban, Sulaeman membantu RU menempuh jalan damai dan membuat perjanjian di atas materai. Sulaeman merasa kasihan pada perempuan pembunuh kucing itu.   



“Dia janji tidak bunuh kucing lagi. Kalau ketahuan bunuh kucing lagi ditahan aja deh," ujar dia.

Tiga bangkai kucing yang ditemukan warga pun telah dikuburkan di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

RU mengatakan sudah 35 tahun berjualan daging anjing, yang menjadi penghasilan utama keluarganya. “Suami sudah tidak kerja, anak juga masih sekolah. Jadi, memang untuk isi perut jual daging anjing, jujur saja,” kata RU.

Daging anjing tersebut dijual sesuai adanya pesanan, biasanya seharga Rp50.000 per kilogram. Anjing tersebut ditangkap dengan umpan makanan yang dicampur racun.

RU mengatakan pada saat kejadian dia sedang mencari anjing dengan membuat umpan beracun itu. Namun umpan tersebut malah dimakan kucing. Dia tetap mengumpulkan bangkai kucing tersebut dengan dalih sebagai obat asma untuk suaminya.

Baca juga: Edukasi Warga, Lurah Pegadungan: Kucing Bukan Binatang untuk Dikonsumsi

RU berjanji tidak membunuh kucing lagi. Akan tetapi RU menyatakan tak bisa memastikan untuk berhenti berjualan daging anjing karena menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT