Polda Sulsel: Terduga Teroris yang Dibawa ke Jakarta adalah Anggota FPI
TEMPO.CO | 04/02/2021 12:31
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris Arif Sunarso alias Zulkarnaen dari Lampung setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 16 Desember 2020. Zulkarnaen merupakan buronan polisi sejak 18 tahun lalu yang diduga men
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris Arif Sunarso alias Zulkarnaen dari Lampung setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 16 Desember 2020. Zulkarnaen merupakan buronan polisi sejak 18 tahun lalu yang diduga menjadi koordinator kasus Bom Bali 1. ANTARA/Muhammad Iqbal

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan, belasan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bakal dipindah ke Jakarta dari Makassar merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). 

"Tercatat sebagai anggota aktif FPI," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar E. Zulfan saat dikonfirmasi pada Kamis, 4 Februari 2021. 

Keaktifan mereka sebagai anggota FPI diketahui ketika penyidik melakukan pemeriksaan. Alhasil, Tim Densus 88 memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan di Jakarta. 

Belasan terduga teroris JAD itu ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 6-7 Januari 2021.

Baca: Kemenkumham Sebut WN Inggris Terduga Teroris Segera Dideportasi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, belasan terduga teroris rencananya akan tiba di Bandara Soekarno - Hatta pada siang hari. 

"Rencana jam 12.00 WIB tiba di sini," kata Ramadan dalam konferensi pers pada 3 Januari 2021.

Adapun terkait kepastian jumlah terduga teroris yang merupakan anggota FPI itu, Ramadan mengaku tak tahu. Sebab, dari 20 orang yang ditangkap pada awalnya, kemudian ada yang tewas ditembak serta ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Waktu penangkapan (teroris) kemarin kan 20 orang. Kemudian dilakukan tindakan. Dua orang sudah meninggal, satu orang luka, ada satu tertular Covid-19. Jadi belum tahu jumlahnya berapa. Yang jelas dari tindakan yang bulan lalu itu, antara 16 atau 15 orang kira-kira," kata Ramadan.

 

ANDITA RAHMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT