Pertumbuhan Ekonomi Minus 2,07 Persen, BKF: Masih Berjalan di Jalur yang Tepat
TEMPO.CO | 05/02/2021 13:46
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menganggap kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan arah pemulihan, kendati pada 2020 pertumbuhan ekonomi tercatat terkontraksi 2,07 persen secara tahunan.

"Kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan arah pemulihan dan sudah berjalan pada jalur yang tepat (on-track)," ujar Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Publik Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Endang Larasati dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Februari 2021.

Ke depan, arah pemulihan ini akan didorong lebih cepat, terutama dengan mulai berjalannya vaksinasi secara terukur dan terencana dengan baik. Dukungan kebijakan fiskal yang telah terjadi secara kuat di 2020, kata Endang, akan tetap dilanjutkan dan tetap bersifat countercyclical di 2021.

Hal ini, ujar dia, tercermin pada angka defisit 5,7 persen terhadap PDB dalam APBN 2021. Pemerintah juga akan tetap fokus melakukan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 baik untuk dukungan terhadap rumah tangga maupun sektor usaha, khususnya UMKM.

Kelanjutan fase pemulihan ekonomi Indonesia, menurut Endang, terlihat pada angka pertumbuhan PDB triwulan IV-2020 sebesar minus 2,19 persen (YoY). Hal ini lebih baik dibandingkan kinerja dua triwulan sebelumnya yang tercatat-5,32 persen di triwulan II dan minus 3,49 persen di triwulan III.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi nasional di sepanjang 2020 tercatat tumbuh sebesar minus 2,07 persen (YoY). Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut berada dalam rentang proyeksi pemerintah di kisaran minus 2,2 persen sampai dengan minus 1,7 persen.

"Kinerja pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan banyak negara di ASEAN maupun G20 yang mengalami kontraksi cukup dalam, seperti: AS -3,5 persen; Jerman -5,0 persen; Rusia -3,1 persen; Singapura -5,8 persen; dan Filipina -9,5 persen," tulis Endang. Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurutnya, hanya lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Korea -1,0 persen, Cina 2,3 persen, dan Vietnam 2,9 persen.

Ke depannya, tren pemulihan ekonomi pada triwulan IV 2020 ini diprediksi terus berlanjut di tahun 2021. Hal ini, ujarnya, tercermin melalui beberapa indikator seperti PMI Manufaktur pada bulan Januari 2021 yang kembali meningkat dari 51,3 pada Desember 2020 menjadi 52,2 pada Januari 2021, bahkan merupakan level tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Selain itu, tingkat keyakinan masyarakat terus berada pada tren positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan kembali tumbuh positif di level sekitar 5,0 persen.

CAESAR AKBAR

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Minus, Staf Khusus Jokowi: Mengarah ke Pulih


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT