Mentan: Kerja di Sektor Pertanian Jadi Pilihan Utama Masyarakat di Masa Pandemi
TEMPO.CO | 08/02/2021 13:45
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan petani mengoprasikan mesin pemotong padi saat panen raya, di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Lampung, Selasa 6 Oktober 2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan sektor pertnian menj
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan petani mengoprasikan mesin pemotong padi saat panen raya, di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Lampung, Selasa 6 Oktober 2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan sektor pertnian menjadi kekuatan ditengah pandemic COVID-19, sektor pertanian Lampung diharapkan bukan hanya memenuhi kebutuhan Lampung melainkan untuk Indonesia juga. ANTARA FOTO/Ardiansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bekerja di sektor pertanian menjadi pilihan utama masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

"Hal ini dilihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 2,23 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Syahrul dalam rapat dengan komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 8 Februari 2021.

Dia mengatakan sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbesar 38,2 juta jiwa atau 29,76 persen dari total penduduk bekerja yang sebanyak 128,4 juta orang.

Untuk mencapai target pembangunan 2021, kata dia, Kementan harus bekerja lebih keras dan tidak dapat bekerja sendiri.

Menurutnya, Kementan selalu membuka diri bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan kementerian atau lembaga pemerintah lain maupun non pemerintahan. Lebih khusus lagi dengan lembaga legislatif melalui komisi IV DPR untuk berdiskusi dan konsultasi terkait rencana kerja maupun evaluasi terhadap pembangunan pertanian yang telah maupun sedang dilaksanakan.

"Dengan harapan Kementan dapat melaksanakan program pembangunan pertanian tahun anggaran 2021 lebih fokus guna mewujudkan kemandirian penyediaan pangan penduduk, meningkatkan daya saing produksi pertanian, serta mewujudkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Adapun dia memaparkan data terbaru Badan Pusat Statistik yang memperlihatkan PDB pertanian triwulan IV 2020 tumbuh 2,59 persen. Begitu pula selama satu tahun terakhir PDB pertanian tumbuh 1,75 persen.

Hal itu terjadi di tengah terjadinya kontraksi ekonomi Indonesia tahun 2020 yang mencapai minus 2,07 persen."Hal yang menggembirakan juga terlihat dari indikator nilai tukar petani," ujarnya.

BPS mencatat NTP pada Januari 2021 mencapai 103,26 atau naik 0,01 persen dibandingkan dengan NTP Desember 2020. Penyesuaian strategi, program, dan kegiatan di tengah pandemi Covid-19 yang telah dilakukan telah memberi dampak pada PDB sektor pertanian. Sedangkan nilai ekspor kumulatif selama Desember 2020 mencapai Rp 451,7 triliun atau meningkat 15,79 persen dari 2019 yang sebesar Rp 390,1 triliun.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT