Garuda Putuskan Sepihak Soal Bombardier, NAC Minta Komitmen Kontrak Dipenuhi
TEMPO.CO | 12/02/2021 06:28
Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan leasing pesawat Nordic Aviation Capital atau NAC meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tetap memenuhi komitmen kontrak sewa atas pemakaian pesawat Bombardier CRJ 1000. Masa kontrak leasing pesawat pabrikan Kanada itu berakhir pada 2027.

“Perjanjian sewa dengan demikian tetap berlaku penuh dan NAC mengharapkan Garuda untuk terus memenuhi komitmen kontraktualnya,” tutur Direktur Perwakilan NAC Eavan Gannon dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Februari 2021.

Garuda berencana menghentikan kontrak operasi pesawat dengan NAC lantaran masalah hukum yang membelit Bombardier. Persoalan tersebut berkaitan dengan suap pengadaan armada yang tengah diusut lembaga anti-korupsi Inggris, Serious Fraud Office (SFO).

Selain itu, penyelesaian kontrak dini atau early termination berhubungan dengan langkah efisiensi perusahaan selama pandemi Covid-19. Perusahaan mengakui menghadapi kerugian hingga US$ 30 juta per tahun sejak pesawat Bombardier itu dioperasikan.

Kerugian berasal dari beban operasional yang dikeluarkan lebih besar ketimbang ongkos sewa pesawat. Berdasarkan kontrak tersebut, Garuda harus membayar beban sewa US$ 27 juta dolar per tahun.

Gannon menjelaskan, NAC dan Garuda telah melakukan diskusi dalam satu tahun belakangan. Sejak pandemi Covid-19, NAC mengklaim telah membantu menyelesaikan masalah kas Garuda di masa krisis. “NAC bersimpati terhadap kesulitan komersial Garuda,” kata Gannon.

Adapun terkait masalah hukum Bombardier, Gannon memastikan NAC tidak terlibat dalam kasus dugaan suap Bombardier seperti yang dimasalahkan Garuda.

“NAC bukan merupakan pihak dalam investigasi pengadaan pesawat oleh Garuda pada 2012 dan tidak ada dugaan kesalahan pihak NAC terkait dengan pengadaan pesawat tersebut,” tutur dia.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | VINDRY FLORENTIN

Baca juga: Tanggapi Pemutusan Sepihak Garuda, NAC Pastikan Tak Terlibat Suap Bombardier


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT