Pasien Covid-19 di DKI Bertambah 3.810, Positivity Rate Jadi 21,1 Persen Kemarin
TEMPO.CO | 13/02/2021 10:42
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta melaporkan penambahan pasien Covid-19 sebanyak 3.810 orang pada Jumat, 12 Februari 2021. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan penambahan itu berdasarkan tes PCR sebanyak 17.883 spesimen.

Dari jumlah tes, sebanyak 15.558 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil penambangan yang diumumkan hari ini. "Kasus aktif di DKI hari ini bertambah 1.997 orang," kata Dwi melalui keterangan tertulisnya kemarin.

Baca: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan Bertambah 672 Orang Hari Ini

Jumlah kasus aktif sampai hari ini mencapai 20.662 orang. Sebagian pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi di Jakarta sampai hari ini sebanyak 310.039 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 284.579 pasien sembuh dengan tingkat kesembuhan 91,8 persen, dan 4.798 orang meninggal dengan tingkat kematian 1,5 persen. "Tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen."

Persentase kasus positif atau positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 21,1 persen. Rasio positif itu naik dari sebelumnya 20,2 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8 persen.

WHO menetapkan standar persentase kasus positif pasien Covid-19 tidak lebih dari 5 persen. "Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 269.880. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 107.977," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT