Anies Baswedan Sebut Jakarta Ditargetkan Jadi Kota Berketahanan Iklim 2030
TEMPO.CO | 14/02/2021 15:05
Tangkapan layar saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan salah satu karya dalam peluncuran buku foto bertajuk “Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi,” yang disiarkan secara virtual pada Sabtu, 30 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza
Tangkapan layar saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan salah satu karya dalam peluncuran buku foto bertajuk “Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi,” yang disiarkan secara virtual pada Sabtu, 30 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan mengatakan Jakarta ditargetkan menjadi kota berketahanan iklim pada 2030. DKI nantinya ditargetkan menjadi kota berketahanan, baik secara mitigasi bencana maupun kesiapan untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

"Sepuluh tahun dari sekarang, Jakarta akan menjadi center of excellence dalam menanggulangi dampak perubahan iklim, mitigasi bencana hingga proses pemulihan pascakrisis baik di tingkat regional, nasional, dan global," tulis Anies di akun instagramnya @aniesbaswedan, Sabtu, 14 Februari 2021.

Baca juga: Anies Baswedan Klaim Pemprov DKI Bisa Kendalikan Banjir dengan Baik

Pada 25 Januari 2021 kemarin, Jakarta bergabung dalam program 1.000 Cities Adapt Now #1000CAN. Program ini bagian dari kegiatan Climate Adaptation Summit 2021, forum virtual yang dihadiri Wali Kota Rotterdam, Mr. Aboutaleb, Sekretaris Jenderal ke-8 PBB, YM. Ban Ki-Moon serta berbagai pemimpin institusi, negara, kota, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat umum yang berasal lebih dari 50 negara.

Untuk mencapai visi menjadi kota berketahanan tersebut, Pemprov DKI berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, entitas swasta, dan organisasi non-pemerintah. "Kami juga menempatkan aksi penanggulangan dampak perubahan iklim sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota (2018-2022) dan Aksi Strategis Kota."

Anies menuturkan Pemerintah DKI telah melakukan beberapa upaya seperti membersihkan sungai, membuat sumur resapan, penampungan air hujan, serta merevitalisasi sejumlah waduk untuk menampung air. Di samping itu, pemerintah juga membangun taman, hutan kota, ruang terbuka hijau, dan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas udara kota.

Untuk perbaikan kualitas udara, beberapa tahun terakhir pemerintah juga mendorong warga untuk beralih ke transportasi umum sebagai sarana perjalanan. Prasarana transportasi dan mobilitas umum terus dikembangkan. DKI, kata Anies, juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota.

"Sebagai kota kolaborasi, kami juga membuka pintu untuk kolaborasi dari berbagai pihak menuju kota berketahanan," ucapnya.

Anies Baswedan menambahkan Pemerintah DKI merasakan mendapatkan suatu kehormatan ikut menjadi bagian dari program kota berketahanan iklim. "Kami berkomitmen penuh menuju kota berketahanan dan berbagi ide-solusi dengan kota-kota lain di dunia."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT