Komnas HAM Sebut OPM Termasuk dalam Pelaku Kekerasan di Papua
TEMPO.CO | 15/02/2021 16:30
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (kiri) bersama Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kanan) menyampaikan paparan tim penyelidikan  atas tewasnya enam anggota Laskar FPI di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Komnas HAM menyebut dua orang Laskar F
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (kiri) bersama Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kanan) menyampaikan paparan tim penyelidikan atas tewasnya enam anggota Laskar FPI di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Komnas HAM menyebut dua orang Laskar FPI tewas dalam insiden saling serang, sementara empat lainnya tewas saat berada dalam penguasaan petugas. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta -  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengakui bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Papua terkadang merupakan perbuatan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bahkan menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan OPM sangat brutal.

"Kadang-kadang sangat brutal, seperti peristiwa Wamena dan kota lain demomstrasi setelah isu rasisme di Surabaya, kami catat ada aksi kekerasan separatisme OPM," ucap Taufan dalam paparan di Rapat Pimpinan TNI-Polri pada Senin, 15 Februari 2021.

Taufan meminta pemerintah untuk memberikan kelonggaran pada Komnas HAM melakukan pendekatan dialog dengan pihak tertentu atau tokoh setempat. Langkah itu untuk mencegah insiden kekerasan supaya tidak terus terjadi.

"Kami usulkan kelonggaran, sedikit keleluasaan dari Komnas HAM inisiatif pendekatan dialog dengan pihak tertentu untuk sama-sama Komnas HAM inisiasi dialog," ucap Taufan.

Selama tiga hari, 15-17 Februari 2021, TNI-Polri menggelar Rapim 2021. Di hari pertama ini, kedua instansi itu membahas sejumlah isu antara lain pertumbuhan ekonomi, penanganan Covid-19, dan strategi penanganan HAM dalam pelaksanaan tugas. Komnas HAM diundang untuk memberikan masukan.

Baca Juga: Komnas HAM Desak Pemerintah Ratifikasi Protokol Anti Penyiksaan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT